Ekspor Lesu, Pengusaha di DIY Alihkan Sasaran ke Pasar Domestik

Minggu, 25 Desember 2016 - 18:44 WIB
Ekspor Lesu, Pengusaha...
Ekspor Lesu, Pengusaha di DIY Alihkan Sasaran ke Pasar Domestik
A A A
YOGYAKARTA - Masih melambatnya perekonomian global hingga akhir 2016 ini membuat sejumlah eksportir di DIY mulai mengalihkan pangsa pasar mereka ke dalam negeri. Masih terjaganya pertumbuhan ekonomi di Indonesia terutama DIY membuat eksportir yakin mengalihkan pasarnya ke dalam negeri.

Seperti yang diungkapkan pemilik perusahaan Borobudur Furniture, Selly Sagita. Selly mengatakan, sejak tiga tahun terakhir, nilai ekspor dari mebel yang dia hasilkan terus menurun.

Pasar Amerika Serikat dan Eropa mengalami degradasi akibat perlambatan ekonomi yang terjadi secara global. "Ekspor kami terus mengalami penurunan," katanya di Yogyakarta, Minggu (25/12/2016).

Berbagai upaya sebenarnya telah dia lakukan untuk mendongkrak penjualan, mulai dari ikut berbagai pameran di luar negeri dengan negara tujuan berbeda hingga membuat desain-desain baru dari produk mebel yang diproduksi.

Namun, karena kondisi perekonomian global masih belum bisa menggeliat dan berakibat pada penurunan daya beli, maka inovasi yang dia lakukan belum menunjukkan hasil.

Meski hampir tiga tahun mengalami stagnansi usaha ekspor mebel yang dia tekuni selama puluhan tahun, tetapi secercah harapan mulai menghinggapi para pengusaha. Sebab, ternyata pasar domestik kini justru lebih menjanjikan dibanding pasar ekspor.

Perkembangan ekonomi yang terjadi saat ini mampu menjadi faktor pembeda dengan negara tujuan ekspor. Selly mengungkapkan, sejak setahun terakhir, dia memang berusaha keras menggarap pasar domestik. perlahan-lahan omzetnya mengalami kenaikan seiring masih tumbuhanya perekonomian di Tanah Air.

Di samping itu, masih kondusifnya pembangunan infrastruktur di Tanah Air juga menunjang usahanya. "Lumayan, saya dapat kontrak beberapa perusahaan," tuturnya.

Belum lama ini, dia mendapatkan kontrak baru untuk mengisi perabotan dari dua hotel baru yang akan dibangun di wilayah DIY. Hal ini tentu menunjukkan bahwa pasar di TanahAair masih terbuka.

Pihaknya berharap agar pengusaha lokal segera berperan dan turut meramaikan pasar lokal agar mampu berkompetisi dengan perusahaan internasional yang banyak masuk ke DIY.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Yogyakarta, Arief Budi Santosa mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi di DIY masih tertekan dengan kondisi ekonomi Indonesia pada umumnya. Kondisi ekonomi di Indonesia masih terpengaruh kondisi perekonomian global.

Pertumbuhan Amerika Serikat masih di angka 3% lebih rendah dari tahun sebelumnya 3,2%. Sementara pasar belum solid akibat pengaruh Amerika dan juga Brexit masih terasa. Kondisi global masih akan berdampak terhadap keadaan ekonomi di DIY.

"Struktur ekonomi ditopang permintaan domestik. Pemanfaatan peluang seperti memperkuat sektor pariwisata akan memengaruhi keyakinan swasta untuk melakukan investasi," paparnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Mendag Sebut Top 10...
Mendag Sebut Top 10 Destinasi Ekspor Utama RI Tumbuh 71,65%
Ekspor Nonmigas Maret...
Ekspor Nonmigas Maret Cetak Rekor, Mendag: Bukti Perbaikan Ekonomi
6 Barang Paling Banyak...
6 Barang Paling Banyak Diimpor Indonesia dari Israel di 2024
China Percantik Data...
China Percantik Data Ekspor, Kredibilitas Dipertanyakan
Membaiknya Ekspor-Impor...
Membaiknya Ekspor-Impor Tandai Pulihnya Ekonomi Domestik
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
45 menit yang lalu
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
1 jam yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
1 jam yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
10 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
11 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
11 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved