IHSG Dibuka Menghijau Usai Libur Panjang, Bursa Asia Mendatar

Selasa, 27 Desember 2016 - 09:35 WIB
IHSG Dibuka Menghijau...
IHSG Dibuka Menghijau Usai Libur Panjang, Bursa Asia Mendatar
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menguat ke zona hijau, setelah akhir pekan kemarin sempat menyusut. IHSG hari ini dibuka naik 5.69 poin atau 0,11% ke level 5.033,40 pada saat bursa saham Asia bergerak mendatar.

Pada perdagangan kemarin pasar saham Tanah Air ditutup berkurang 15,17 poin atau setara 0,30% ke level 5.027,70 seiring dengan melemahnya bursa saham Asia. Sektor saham di dalam negeri pada pagi ini mayoritas menguat dipimpin lonjakan aneka industri 1,20% ditambah konsumen yang meningkat 0,89%. Sektor perkebunan menjadi satu-satunya yang menyusut mencapai 0,23%.

Di sisi lain nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp220 triliun dengan 573 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing sebesar minus Rp18,21 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp38,5 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp20,36 triliun. Tercatat 119 saham menguat, 40 melemah dan 94 stagnan.

Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp600 menjadi Rp60.900, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) bertambah Rp225 menjadi Rp14.500 dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) meningkat Rp200 menjadi Rp2.670.

Lalu saham-saham yang melemah di antaranya PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) merosot Rp100 menjadi Rp14.350, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) berkurang Rp90 menjadi Rp4.710 dan PT Forum Saham Power Financial Corporation (PWF) berkurang Rp50 menjadi Rp1.240.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (27/12/2016) pasar saham Asia sedikit berubah pada awal perdagangan hari ini ketika sebagian besar pasar saham masih ditutup. Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang tercatat mendatar, ketika pasar saham Australia masih libur.

Sementara indeks Nikkei Jepang tidak berbuah pada level 19.457,57 dengan tambahan 60,93 poin atau setara dengan 0,31%. Di sisi lain indeks Shanghai memerah dengan kehilangan 0,01 poin ke level 3.122,56 saat indeks Hang Seng masih libur. Hasil positif diraih indeks Kospi ke level 2.041,45 atau naik sebesar 3,70 poin.

Sedangkan pada akhir pekan kemarin, Wall Street ditutup sedikit lebih tinggi dalam perdagangan tipis karena sebagian investor tengah libur Natal. Peningkatan data konsumen AS pada November menjadi dorongan, meski pendapatan rumah tangga gagal untuk bangkit secara pertama kalinya.

Data ekonomi memprediksi akhir tahun ini terjadi perlambatan, saat daya ketenagakerjaan masih positif dan harga rumah naik ketika pasar saham AS mendekati level tertinggi. Ketidakpastian ekonomi global menjadi penyebab, meski secara domestik ekonomi AS diyakini tetap kuat ditopang kepercayaan konsumen.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Tidak Terbendung,...
IHSG Tidak Terbendung, Pagi Ini Dibuka Terus Menguat ke Level 6.018
Lanjutkan Penguatan...
Lanjutkan Penguatan di Pagi Hari, IHSG Sentuh Level 6.085
Bergerak Dua Arah, IHSG...
Bergerak Dua Arah, IHSG Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Level 6.104
Suku Bunga Acuan BI...
Suku Bunga Acuan BI Bakal Dirilis, Ramalan IHSG Bergerak Terbatas
IHSG Kehabisan Tenaga,...
IHSG Kehabisan Tenaga, Terkoreksi 2,38 Poin di Akhir Sesi
IHSG Punya Kekuatan...
IHSG Punya Kekuatan Sultan, Mendekati Level 6.200
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
4 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
4 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
4 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
5 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
5 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
5 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved