Rupiah Dibuka Merangkak Naik, USD Balik Melawan Yen

Selasa, 27 Desember 2016 - 10:24 WIB
Rupiah Dibuka Merangkak...
Rupiah Dibuka Merangkak Naik, USD Balik Melawan Yen
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka merangkak naik, ketika euro cenderung mendatar. Penguatan rupiah hari ini mengiringi USD yang juga pulih terhadap yen.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.436/USD. Posisi ini lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.470/USD.

Sementara data Bloomberg pagi ini rupiah dibuka berada di level Rp13.449/USD atau menguat tipis dari penutupan akhir pekan kemarin di posisi Rp13.452/USD. Hari ini rupiah bergerak dengan kisaran harian Rp13.416-Rp13.449/USD.

Di sisi lain posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada perdagangan hari ini dibuka berada di level Rp13.445/USD Yahoo. Posisi ini juga memperlihatkan membaiknya mata uang Garuda -julukan rupiah- dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp13.450/USD.

Data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah berada di level Rp13.478/USD pagi ini. Posisi ini jauh lebih baik dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.480/USD.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (27/12/2016) USD mulai balik melawan yen pada perdagangan hari ini setelah libur panjang Natal, sedangkan euro cenderung mendatar terhadap greenback. Euro flat di level 1.0453 terhadap USD, setelah menambahkan 0,2% dalam sesi semalam.

USD tercatat naik 0,1% pada level 117.230 melawan yen, ketika hari sebelumnya terjebak pada kisaran periode 117.005-117.390 saat banyak pasar keuangan utama ditutup karena liburan Natal. Di sisi lain Yen menunjukkan sedikit reaksi terhadap data inflasi Jepang, saat harga konsumen menurun di November.

Tercatat mata uang AS telah meningkat ke posisi tertinggi dalam 10 bulan sejak pertengahan bulan ini di level 118.660. Kondisi ini diyakini terimbas dari ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS saat kebijakan Presiden Donald Trump mendapatkan dukungan.

Indeks dolar sedikit berubah di level 102.970, setelah sempat menyentuh level tertinggi 14 tahun sepekan sebelumnya di posisi 103.650. Sedangkan dolar Australua menyusut 0,2% di level 0.7181 saat melawan USD, saat Dolar Selandia Baru juga turun 0,2% menjadi 0.6882.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
29 menit yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
1 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
1 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
4 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
5 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
5 jam yang lalu
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved