Raksasa Ritel Inggris Akan Buka 1.500 Lowongan Pekerjaan

Rabu, 28 Desember 2016 - 11:21 WIB
Raksasa Ritel Inggris...
Raksasa Ritel Inggris Akan Buka 1.500 Lowongan Pekerjaan
A A A
LONDON - Jaringan supermarket terbesar kelima di Inggris Co-operative Group (Co-op) berencana menciptakan 1.500 pekerjaan pada tahun baru 2017, mendatang dengan membuka 100 toko di seluruh negeri. Pihak group akan menginvestasikan dana sebesar 70 juta poundsterling untuk membuka toko baru yang tersebar di seluruh London, Inggris Tenggara, Yorkshire hingga Skotlandia.

Dilansir BBC, Rabu (28/12/2018) Co-op juga berharap dapat membuka lima toko baru di London pada akhir Maret, tahun depan. Perusahaan memasuki program tiga tahun perputaran mereka yang melibatkan perbankan. Direktur portofolio dan pengembangan Co-op Stuart Hookins mengatakan, sementara pengecer lain tengah mempertimbangkan kembali rencana ekspansi mereka, Co-op terus bertahan.

"Co-op terus berencana membuka toko baru. Kami membuka 100 toko di 2016, dan kami berencana untuk membuka ratusan toko baru lain selama beberapa tahun berikutnya," tegas Stuart.

Meski begitu Co-op diyakini akan mengambil langkah menjual toko ritel skala kecil untuk mengembangkan toko ritel yang baru tahun ini dan tahun depan dengan ukuran yang lebih besar. Tahun ini The Co-op merencanakan pembukaan 100 toko ritel baru dengan ukuran yang lebih besar, rata-rata di atas 1.700 square feet ( sekitar 158 m2).

The Co-op sendiri merupakan raksasa koperasi yang punya pengalaman panjang sejak berdiri pada tahun 1863 atau 153 tahun lalu. Tahun lalu (2015) koperasi dengan anggota 8 ribu orang ini mencatat penjualan sebesar 9,36 miliar poundsterling per 2015 dengan laba bersih 81 juta poundsterling.

Sebagai koperasi konsumen terbesar, The co-op membuka gerainya dengan beragam kebutuhan masyarakat, mulai dari ritel makanan, listrik, jasa keuangan, jasa hukun hingga layanan pemakaman. Jumlah ritelnya tersebar di 4.500 lokasi di seantero Inggris dengan pekerja mencapai 70.000 orang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
3 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
3 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
3 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
3 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
4 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
4 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved