Rupiah Akhir Pekan Diramal Melemah Tipis
Jum'at, 30 Desember 2016 - 08:38 WIB
Rupiah Akhir Pekan Diramal Melemah Tipis
A
A
A
JAKARTA - Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memprediksi rupiah pada hari ini bakal mengalami pelemahan meski tidak terlalu besar alias melemah tipis. Namun, masih akan cukup untuk bertahan dari pergerakan rupiah.
"Kami harapkan laju rupiah dapat memanfaatkan momentum mulai menguatnya laju yen terhadap USD, sehingga nantinya rupiah dapat menutup akhir minggu ini sekaligus akhir tahun di teritori positif," kata dia di Jakarta, Jumat (30/12/2016).
Dia menuturkan, meski dari internal masih minim sentimen positif, namun diharapkan pelemahan rupiah dapat lebih terbatas. Diperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran support Rp13.532/USD dan resisten Rp13.435/USD.
Menurutnya, laju rupiah kemarin kembali mengalami pelemahan seiring dengan dominasi USD seperti yang telah disampaikan sebelumnya. Meski rilis data ekonomi AS berupa pending home sales pada November turun 2,5% atau melemah dari bulan sebelumnya di angka 0,1% serta melonjaknya nilai tukar yen seiring turunnya yield obligasi AS karena pelemahan data ekonominya tersebut.
Namun, penilaian adanya permintaan USD yang cukup besar di dalam negeri menjelang akhir 2016 membuat laju USD masih cenderung kuat. Di sisi lain, dari dalam negeri masih minim sentimen positif.
Sentimen maupun pemberitaan makro ekonomi datang dari batas akhir program amnesti pajak periode kedua pada 31 Desember 2016. Di mana, pemerintah masih dihadapkan pada target penerimaan. Paling tidak, pemerintah harus mengejar Rp63 triliun hingga target penerimaan dari amnesti pajak sebesar Rp165 triliun tercapai.
Adapun, realisasi penerimaan dari uang tebusan per Kamis (29/12) baru sebesar Rp102 triliun atau 62% dari target. Belum lagi, realisasi komitmen repatriasi atau aset di luar negeri yang dilaporkan baru Rp141 triliun atau baru Rp67 triliun yang sudah diboyong ke dalam negeri.
"Kami harapkan laju rupiah dapat memanfaatkan momentum mulai menguatnya laju yen terhadap USD, sehingga nantinya rupiah dapat menutup akhir minggu ini sekaligus akhir tahun di teritori positif," kata dia di Jakarta, Jumat (30/12/2016).
Dia menuturkan, meski dari internal masih minim sentimen positif, namun diharapkan pelemahan rupiah dapat lebih terbatas. Diperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran support Rp13.532/USD dan resisten Rp13.435/USD.
Menurutnya, laju rupiah kemarin kembali mengalami pelemahan seiring dengan dominasi USD seperti yang telah disampaikan sebelumnya. Meski rilis data ekonomi AS berupa pending home sales pada November turun 2,5% atau melemah dari bulan sebelumnya di angka 0,1% serta melonjaknya nilai tukar yen seiring turunnya yield obligasi AS karena pelemahan data ekonominya tersebut.
Namun, penilaian adanya permintaan USD yang cukup besar di dalam negeri menjelang akhir 2016 membuat laju USD masih cenderung kuat. Di sisi lain, dari dalam negeri masih minim sentimen positif.
Sentimen maupun pemberitaan makro ekonomi datang dari batas akhir program amnesti pajak periode kedua pada 31 Desember 2016. Di mana, pemerintah masih dihadapkan pada target penerimaan. Paling tidak, pemerintah harus mengejar Rp63 triliun hingga target penerimaan dari amnesti pajak sebesar Rp165 triliun tercapai.
Adapun, realisasi penerimaan dari uang tebusan per Kamis (29/12) baru sebesar Rp102 triliun atau 62% dari target. Belum lagi, realisasi komitmen repatriasi atau aset di luar negeri yang dilaporkan baru Rp141 triliun atau baru Rp67 triliun yang sudah diboyong ke dalam negeri.
(izz)