Maskapai Habiskan Rp2,7 Juta/Menit Antre Mendarat

Jum'at, 30 Desember 2016 - 09:50 WIB
Maskapai Habiskan Rp2,7...
Maskapai Habiskan Rp2,7 Juta/Menit Antre Mendarat
A A A
BOGOR - Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia) mengemukakan bahwa antrean panjang maskapai untuk mendarat (holding) memakan biaya tidak sedikit. Maskapai penerbangan harus menggelontorkan dana sebesar Rp2.790.000 per menit untuk antre mendarat.

‎Direktur Operasional Airnav Wisnu Darjono mengungkapkan, untuk holding di darat per menintnya maskapai harus menggelontorkan dana sekitar Rp80.000 ditambah harga avtur Rp11.000 per liter. "Kalau terjadi satu menit holding saja biayanya sudah Rp2,7 juta kalau di udara. Kalau holding di darat juga sudah Rp80 ribu," katanya dalam acara Media Gathering Airnav di Bogor, Jumat (30/12/2016).

Dia menilai, hal tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri untuk Airnav. Perseroan terus berusaha agar pendaratan pesawat tidak terlalu lama. "Ini tantangan kenapa Airnav harus berusaha keras. Holding di udara jangan lama-lama, holding di darat juga jangan lama-lama," imbuh dia.

‎Menurutnya, antrean panjang pendaratan pesawat tersebut tidak hanya berkaitan dengan efisiensi maskapai semata. Namun, hal ini juga berkaitan dengan efek rumah kaca (green house effect).

"Jadi, bagaimana holding jangan terlalu lama. Bukan hanya uang saja, tapi juga kaitannya dengan greenhouse effect. Karena Indonesia juga sepakat untuk menekan emisi gas buang," ‎imbuh dia.

Selain soal holding, lanjut Wisnu, tantangan terbesar Airnav adalah mengenai pertumbuhan lalu lintas pesawat terbang. Semakin membaik pertumbuhan ekonomi Indonesia, maka lalu lintas pesawat pun akan semakin meningkat karena masyarakat semakin banyak yang menggunakan pesawat.

"Kalau ekonomi Indonesia semakin bagus, tentu orang yang naik pesawat semakin banyak. Data terakhir sekitar 90 juta orang. Semakin ekonomi membaik, mobilitas manusia semakin tinggi. Sekarang growth (lalu lintas pesawat) 5%-6% per tahun," ujar dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Bandara Paling Berbahaya...
10 Bandara Paling Berbahaya di Dunia, dari Antartika hingga Himalaya
Maskapai Nepal Buddha...
Maskapai Nepal Buddha Air Terbangkan Penumpang ke Bandara yang Salah
Sepi Penumpang, Banyak...
Sepi Penumpang, Banyak Maskapai di Bandara Juanda Batal Terbang
Insiden Layangan Nyangkut...
Insiden Layangan Nyangkut di Pesawat Citilink, Bisa Menimpa Semua Maskapai
Pesawat China Airlines...
Pesawat China Airlines Tabrak Gerobak Bagasi di Bandara O'Hare Chicago
Kendati Baru Satu Maskapai,...
Kendati Baru Satu Maskapai, Okupansi Penerbangan di Bandara Husein Capai 50%
Berita Terkini
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
17 menit yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
47 menit yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
1 jam yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
1 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
2 jam yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
2 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved