Sri Mulyani Dukung Kenaikan Tiga Kali Lipat Biaya Urus STNK-BPKB

Selasa, 03 Januari 2017 - 18:55 WIB
Sri Mulyani Dukung Kenaikan...
Sri Mulyani Dukung Kenaikan Tiga Kali Lipat Biaya Urus STNK-BPKB
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah telah memutuskan untuk menerapkan tarif baru pengurusan surat-surat kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. Hal ini lantaran, Kepolisian Republik Indonesia saat ini telah mulai memperbaiki pelayanann terhadap masyarakat, sehingga diputuskan untuk menaikkan biaya pengurusan surat-surat kendaraan bermotor tersebut.

(Baca Juga: Pengusaha Dukung BBM Kena Cukai Dibanding Biaya STNK-BPKB Naik)

Mulai 6 Januari 2017, biaya pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) penerbitan nomor registrasi kendaraan bermotor pilihan (BPKB), dan surat izin serta STNK lintas batas negara naik tiga kali lipat, mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Sri Mulyani menuturkan, keputusan kenaikan ini diambil karena sejak 2010 biaya pengurusan STNK atau Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) tidak pernah mengalami kenaikan. "Sejak tahun 2010 itu tidak pernah dilakukan update terhadap tarif. Jadi sekarang Kepolisian Republik Indonesia mulai memperbaiki service nya kepada seluruh masyarakat. Untuk STNK, SIM dan lain-lain, tarifnya sejak 2010 itu tidak pernah diupdate. Ini sudah 7 tahun," katanya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (3/1/2017).

(Baca Juga: Pengusaha Keberatan Kenaikan Biaya STNK dan BPKB)

Menurutnya, penyesuaian tarif PNBP dilakukan dengan melihat beberapa faktor seperti inflasi ataupun perbaikan layanan di Kementerian dan Lembaga (K/L). PNBP, kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, harus mencerminkan pelayanan yang diberikan oleh instansi pemerintahan tersebut.

"Jadi dia harus menggambarkan pemerintah yang lebih efisien, baik dan terbuka dan kredibel. Sehingga masyarakat bisa lebih percaya terhadap jasa yang diberikan oleh pemerintah dengan baik. Jadi untuk beberapa PNBP di 2017 memang banyak yang mengalami penyesuaian sehingga mengalami perubahan dari sisi tarifnya," paparnya.

Pada peraturan lama, biaya penerbitan STNK untuk roda dua sebesar Rp50.000 dan roda empat Rp75.000. Sementara di peraturan yang baru, biayanya naik dua kali lipat masing menjadi Rp100.000 dan Rp200.000.

Kenaikan cukup signifikan terdapat pada item penerbitan BPKB baru dan ganti kepemilikan (mutasi). Kendaraan roda dua dan tiga yang sebelumnya dikenakan biaya Rp80.000 naik menjadi Rp225.000, dan kendaraan roda empat dari sebelumnya Rp100.000 jadi Rp375.000.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Per 1 Juli Netflix dan...
Per 1 Juli Netflix dan Zoom Dikenai Pajak
Dihantam Covid-19, hingga...
Dihantam Covid-19, hingga April Penerimaan Pajak Turun 0,9%
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Penerimaan Pajak dari Sektor Digital
Pajak Digital Belum...
Pajak Digital Belum Disepakati G20, Sri Mulyani Ungkap Gara-gara AS
Viral Pegawai Pajak...
Viral Pegawai Pajak Lakukan KDRT, DJP: Sudah Ditangani Polisi
Ini Lho Alasan Kenapa...
Ini Lho Alasan Kenapa Sepeda Masuk Objek Wajib Lapor SPT
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
2 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
3 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
4 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
4 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
4 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
5 jam yang lalu
Infografis
Susu Kecoa Diklaim Peneliti...
Susu Kecoa Diklaim Peneliti Tiga Kali Lebih Bergizi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved