Kembali Masuk Daftar Hitam AS, Alibaba Gugat Dua Vendor

Jum'at, 06 Januari 2017 - 05:48 WIB
Kembali Masuk Daftar...
Kembali Masuk Daftar Hitam AS, Alibaba Gugat Dua Vendor
A A A
BEIJING - Raksasa e-commerce asal China, Alibaba telah menggugat dua vendor yang diyakini menjual barang-barang palsu. Langkah ini diambil hanya berselang beberapa pekan setelah Alibaba kembali masuk dalam daftar hitam di Amerika Serikat (AS) karena menjual barang-barang tiruan.

Dilansir BBC, Kamis (5/1/2017), tindakan hukum yang dilakukan Alibaba terhadap penjual barang palsu, merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh sebuah situs e-commerce di China. Alibaba menggugat vendor yang diduga menjual jam tangan Swarovski palsu pada platform Taobao.

Langkah hukum ini dilakukan hanya dua pekan setelah perusahaan dimasukkan kembali dalam daftar hitam AS, lantaran dinilai gagal membatasi penjualan barang-barang palsu. Empat tahun lalu, Alibaba sempat dicabut dari daftar tersebut namun pihak berwenang Amerika Serikat mengatakan bahwa pasar internet milik Alibaba, Taobao, telah menjual banyak barang tiruan.

Gugatan terhadap dua vendor yang tidak disebutkan namanya tersebut diklaim telah merugikan sebesar 1,4 juta yuan atau setara dengan USD201,671, seperti dikatakan pihak perusahaan. Diterangkan para penjual barang palsu ini ditemukan dalam program tes pembelian ketika mereka menjual jam tangan yang setelah dikonfirmasi pihak Swarovski ternyata palsu.

Selanjutnya dalam penggerebekan polisi, lebih dari 125 jam tangan palsu telah disita dengan nilai hampir 2 juta yuan. Pihak Alibaba menegaskan akan terus melakukan penindakan terhadap pemalsuan dan mengklaim sudah memiliki daftar vendor lainnya yang diduga melakukan tindakan serupa. "Kami ingin memberikan hukuman yang layak terhadap pemalsu untuk melindungi pemilik brands," ucap pernyataan Alibaba.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Saham Alibaba Anjlok,...
Saham Alibaba Anjlok, SoftBank Rugi Rp300 Triliun
Jack Ma Resmi Tersingkir...
Jack Ma Resmi Tersingkir dari Pemegang Saham Kendali di Ant Group
Alibaba Group Raup Rp1.068...
Alibaba Group Raup Rp1.068 Triliun Saat Festival Belanja 11.11
Holding Restoran Sarirasa...
Holding Restoran Sarirasa Group Pertajam Inovasi Bisnis
Tokcer, Alibaba Group...
Tokcer, Alibaba Group Raup Laba Rp167 Triliun Lebih di 2020
MNC Asia Holding (BHIT)...
MNC Asia Holding (BHIT) Optimistis Kinerja Tumbuh Sepanjang Tahun 2023
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
37 menit yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
52 menit yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
1 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
1 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
2 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
2 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved