Rupiah Diramal Masih Berpeluang Menguat
Senin, 09 Januari 2017 - 08:30 WIB
Rupiah Diramal Masih Berpeluang Menguat
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan laju rupiah yang masih dapat memanfaatkan pelemahan laju dolar Amerika Serikat (USD) masih memiliki peluang untuk kembali menguat. Namun, tetap mencermati berbagai sentimen terutama rilis data-data ekonomi AS.
"Diharapkan dengan adanya rilis kenaikan defisit neraca perdagangan AS yang diikuti dengan penurunan nonfarm payrolls dan factory orders dapat melemahkan laju USD, sehingga rupiah masih dapat menguat," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin (9/1/2017).
Diharapkan juga sentimen ini masih dapat bertahan untuk memberikan konfirmasi sinyal penguatan lanjutan pada laju rupiah. Dia memperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran support Rp13.400/USD dan resisten Rp13.280/USD.
Meski laju indeks USD bergerak menguat menjelang rilis data perekonomian Amerika Serikat, namun laju rupiah akhir pekan lalu mampu bergerak menguat.
Sebelumnya, pelaku pasar memperhatikan rilis beberapa data perekonomian AS, terutama laporan data tenaga kerja yang diestimasi membaik sehingga berimbas positif terhadap indeks USD.
Namun, pergerakan USD juga tertahan dengan adanya sejumlah ketidakpastian terutama pada ketidakpastian realisasi janji Presiden AS terpilih Donald Trump terhadap beberapa kebijakan ekonomi.
Dalam kampanye pilpres AS, Trump menyerukan perbaikan dari perjanjian perdagangan bebas di Amerika Utara. Trump juga sering menjanjikan untuk membangun dinding sepanjang perbatasan AS-Meksiko.
Trump juga telah memanggil beberapa perusahaan untuk mengirim pekerjaan dari AS ke negara-negara lain. Ketidakpastian lainnya yaitu terkait dengan hubungan dagang AS-Tiongkok sehingga pelaku pasar lebih memilih keluar pasar.
"Dengan sentimen itulah, laju mata uang lainnya termasuk rupiah dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk bergerak menguat," pungkas dia.
"Diharapkan dengan adanya rilis kenaikan defisit neraca perdagangan AS yang diikuti dengan penurunan nonfarm payrolls dan factory orders dapat melemahkan laju USD, sehingga rupiah masih dapat menguat," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin (9/1/2017).
Diharapkan juga sentimen ini masih dapat bertahan untuk memberikan konfirmasi sinyal penguatan lanjutan pada laju rupiah. Dia memperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran support Rp13.400/USD dan resisten Rp13.280/USD.
Meski laju indeks USD bergerak menguat menjelang rilis data perekonomian Amerika Serikat, namun laju rupiah akhir pekan lalu mampu bergerak menguat.
Sebelumnya, pelaku pasar memperhatikan rilis beberapa data perekonomian AS, terutama laporan data tenaga kerja yang diestimasi membaik sehingga berimbas positif terhadap indeks USD.
Namun, pergerakan USD juga tertahan dengan adanya sejumlah ketidakpastian terutama pada ketidakpastian realisasi janji Presiden AS terpilih Donald Trump terhadap beberapa kebijakan ekonomi.
Dalam kampanye pilpres AS, Trump menyerukan perbaikan dari perjanjian perdagangan bebas di Amerika Utara. Trump juga sering menjanjikan untuk membangun dinding sepanjang perbatasan AS-Meksiko.
Trump juga telah memanggil beberapa perusahaan untuk mengirim pekerjaan dari AS ke negara-negara lain. Ketidakpastian lainnya yaitu terkait dengan hubungan dagang AS-Tiongkok sehingga pelaku pasar lebih memilih keluar pasar.
"Dengan sentimen itulah, laju mata uang lainnya termasuk rupiah dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk bergerak menguat," pungkas dia.
(izz)