Mensos Resmikan e-Warong ke-157 di Depok
Selasa, 10 Januari 2017 - 02:21 WIB
Mensos Resmikan e-Warong ke-157 di Depok
A
A
A
DEPOK - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya ingin memutus mata rantai kemiskinan dengan e-Warong KUBE PKH. Program itu merupakan tindak lanjut dari komitmen Kementerian Sosial dalam mengentaskan kemiskinan melalui sinergi Program Keluarga Harapan (PKH) dengan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
E-Warong KUBE PKH merupakan yang pertama kalinya di Kota Depok. "E-Warong hadir untuk dapat meringankan beban pengeluaran keluarga miskin, yang tentunya juga turut untuk membantu pengentasan kemiskinan di tiap-tiap daerah" kata Khofifah, Senin (9/1/2017).
Dirinya juga sempat memberikan Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) yang fungsinya sebagai alat transaksi pembayaran program bantuan pangan dan mengambil uang tunai bagi penerima Program PKH serta nantinya program-program bantuan sosial lainnya.
"Nantinya juga Kartu Keluarga Sejahtera ini dapat digunakan untuk bertransaksi di e-warong atau di agen-agen bank Himbara yang meliputi program bantuan bersubsidi seperti pembayaran listrik bersubsidi, gas elpiji 3 kg bersubsidi, pupuk bersubsidi dan program subsidi lainnya," tandasnya.
Harga yang ditetapkan sudah ada patokannya. Untuk beras harga eceran, tertingginya Rp8.000 per liter dan gula Rp12.500 per kilogram. "Tentunya harga ini merata di seluruh wilayah termasuk Wamena Papua," ungkapnya.
Sementara itu, Walikota Depok Idris Abdul Shomad menyambut baik adanya e-Warong. Menurutnya ini program nyata yang tepat sasaran. "Ini sebagai upaya untuk mencegah distribusi yang tidak tepat kualitas dan kuantitas, sehingga tujuan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dapat segera tercapai," katanya.
Pada tahun 2016, di Depok tercatat ada 41.103 Keluarga Penerima Manfaat Program Subsidi Rastra dan 11.421 Keluarga Penerima Manfaat Program PKH. Khusus untuk peluncuran e-Warong sendiri, Kota Depok merupakan kota yang ke-42 dan e-Warong ke-157 yang telah diluncurkan di seluruh Indonesia. Untuk di Kota Depok, sementara baru disiapkan satu e-Warong yang berada di lingkungan Cikumpa, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya.
E-Warong KUBE PKH merupakan yang pertama kalinya di Kota Depok. "E-Warong hadir untuk dapat meringankan beban pengeluaran keluarga miskin, yang tentunya juga turut untuk membantu pengentasan kemiskinan di tiap-tiap daerah" kata Khofifah, Senin (9/1/2017).
Dirinya juga sempat memberikan Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) yang fungsinya sebagai alat transaksi pembayaran program bantuan pangan dan mengambil uang tunai bagi penerima Program PKH serta nantinya program-program bantuan sosial lainnya.
"Nantinya juga Kartu Keluarga Sejahtera ini dapat digunakan untuk bertransaksi di e-warong atau di agen-agen bank Himbara yang meliputi program bantuan bersubsidi seperti pembayaran listrik bersubsidi, gas elpiji 3 kg bersubsidi, pupuk bersubsidi dan program subsidi lainnya," tandasnya.
Harga yang ditetapkan sudah ada patokannya. Untuk beras harga eceran, tertingginya Rp8.000 per liter dan gula Rp12.500 per kilogram. "Tentunya harga ini merata di seluruh wilayah termasuk Wamena Papua," ungkapnya.
Sementara itu, Walikota Depok Idris Abdul Shomad menyambut baik adanya e-Warong. Menurutnya ini program nyata yang tepat sasaran. "Ini sebagai upaya untuk mencegah distribusi yang tidak tepat kualitas dan kuantitas, sehingga tujuan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dapat segera tercapai," katanya.
Pada tahun 2016, di Depok tercatat ada 41.103 Keluarga Penerima Manfaat Program Subsidi Rastra dan 11.421 Keluarga Penerima Manfaat Program PKH. Khusus untuk peluncuran e-Warong sendiri, Kota Depok merupakan kota yang ke-42 dan e-Warong ke-157 yang telah diluncurkan di seluruh Indonesia. Untuk di Kota Depok, sementara baru disiapkan satu e-Warong yang berada di lingkungan Cikumpa, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya.
(ven)
Lihat Juga :