Sri Mulyani: Mengelola Keuangan Negara Tidak Seperti Tukang Obat

Selasa, 10 Januari 2017 - 15:24 WIB
Sri Mulyani: Mengelola...
Sri Mulyani: Mengelola Keuangan Negara Tidak Seperti Tukang Obat
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperingatkan bawahannya untuk berhati-hati dalam mengelola dan menyusun keuangan negara. Menurutnya, mengelola keuangan negara tidak seperti tukang obat yang hanya asal bicara namun belum tentu bisa dibuktikan.

Sri mengungkapkan, setiap keputusan yang dikeluarkan akan diuji dan dipertanggungjawabkan di masa depan. Hal ini merujuk pada penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016.

"Jadi pengelola negara enggak bisa seperti tukang obat. Apa yang Anda bilang akan diuji," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Baca: Sri Mulyani Ceramahi Pejabat Kemenkeu Soal Tantangan Ekonomi 2017

Pasca kembali menjabat sebagai Menkeu pertengahan tahun lalu, fokus utama mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini adalah memperbaiki struktur APBN-P 2016 yang dianggapnya tidak kredibel dan sulit untuk dicapai.

"Ada perempuan disuruh jadi Menkeu. Seminggu setelahnya, penerimaan sulit dicapai. Kami bicarakan dengan teman-teman di sini, kalau dibiarkan defisit bisa lebih dari 3%. Saya tanya, penerimaan benar sekian? Rp219 triliun itu shortfall yang kami estimate tahun lalu," imbuh dia.

Mantan Menko bidang Perekonomian ini pun langsung melakukan beberapa perubahan dalam APBN-P 2016. Seperti memangkas belanja negara, memangkas penerimaan negara, hingga melakukan beberapa penghematan lainnya. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka defisit anggaran dalam APBN-P 2016 diperkirakan akan melebihi 3%.

Dia menginginkan agar APBN menjadi instrumen fiskal yang kredibel dan dipercaya. "Kalau dipercaya, artinya what you say it's what to happen," tegasnya.

Menurutnya, menyusun anggaran negara tidak hanya sekadar mematok angka yang tinggi. Namun juga harus memperkirakan kemungkinan untuk tercapai. "Semakin Anda transparan dengan dunia, semakin kita dituntut akuntabel dan kredibilitasnya luar biasa penting. Jadi defisit bisa didanai dan tidak melanggar undang-undnag," tandas Sri.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani Umumkan...
Sri Mulyani Umumkan APBN Alami Defisit Rp35 Triliun
Sri Mulyani Diminta...
Sri Mulyani Diminta Kembali Menjadi Menteri Keuangan oleh Prabowo Subianto
Tegas, Sri Mulyani Minta...
Tegas, Sri Mulyani Minta Anak Buahnya Netral di Pemilu 2024
RDP Transaksi Janggal...
RDP Transaksi Janggal di Kemenkeu, Mahfud MD: Sri Mulyani Menkeu Keuangan Terbaik
Kemenkeu Mendorong Sektor...
Kemenkeu Mendorong Sektor Jasa Keuangan Tumbuh Berkembang
Inilah 7 Sosok Potensial...
Inilah 7 Sosok Potensial Calon Menteri Keuangan Kabinet Prabowo
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
2 jam yang lalu
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
3 jam yang lalu
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
4 jam yang lalu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
5 jam yang lalu
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
6 jam yang lalu
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved