35 Tahun Melantai di BEI, Saham Unilever Naik Ribuan Kali Lipat
Rabu, 11 Januari 2017 - 10:39 WIB
35 Tahun Melantai di BEI, Saham Unilever Naik Ribuan Kali Lipat
A
A
A
JAKARTA - Sejalan dengan komitmennya untuk terus berinvestasi di Indonesia, hari ini PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memperingati 35 tahun sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam kurun waktu tersebut, saham perseroan menunjukkan kinerja sangat baik, yakni naik lebih dari 1.570 kali dibanding saat pertama kali melantai di BEI yakni Initial Public Offering (IPO). Aset perseroan juga bertumbuh lebih dari 110 kali lipat dari Rp140,4 miliar pada awal 1982 menjadi Rp16,8 triliun pada kuartal ke III/2016.
Presiden Direktur Unilever Indonesia Hemant Bakshi, secara resmi membuka perdagangan, menandai peringatan ke-35 tahun saham Unilever Indonesia tercatat di BEI. Hemant mengatakan, dalam kurun waktu 35 tahun, kinerja saham Unilever Indonesia terus melesat.
"Jika seorang investor membeli 1.000 lembar saham pada saat IPO seharga Rp3.175 per lembar, saat ini nilai investasinya bernilai hampir Rp5 miliar. Dalam tiga bulan terakhir, rata-rata dua juta saham Unilever diperdagangkan setiap harinya," ujar dia di Jakarta, Rabu (11/1/2017).
Pada akhir tahun lalu, perusahaan menduduki peringkat lima kapitalisasi pasar terbesar, dengan nilai Rp296 triliun atau sekitar 5,11% dari total kapitalisasi bursa.
"Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada seluruh pemegang saham dan para pemangku kepentingan yang mengantarkan kami tercatat selama 35 tahun dengan peningkatan kinerja yang baik," kata Hemant.
Sejak 1982, omzet Unilever telah meningkat 229 kali dari Rp159 miliar menjadi Rp36,5 triliun pada 2015. Sementara, Return on Equity (ROE) meningkat signifikan dari 34% menjadi 122% pada akhir 2015.
"Hal ini merupakan bentuk perwujudan komitmen Unilever Indonesia untuk memberikan imbal hasil terbaik bagi para pemegang saham," pungkasnya.
Dalam kurun waktu tersebut, saham perseroan menunjukkan kinerja sangat baik, yakni naik lebih dari 1.570 kali dibanding saat pertama kali melantai di BEI yakni Initial Public Offering (IPO). Aset perseroan juga bertumbuh lebih dari 110 kali lipat dari Rp140,4 miliar pada awal 1982 menjadi Rp16,8 triliun pada kuartal ke III/2016.
Presiden Direktur Unilever Indonesia Hemant Bakshi, secara resmi membuka perdagangan, menandai peringatan ke-35 tahun saham Unilever Indonesia tercatat di BEI. Hemant mengatakan, dalam kurun waktu 35 tahun, kinerja saham Unilever Indonesia terus melesat.
"Jika seorang investor membeli 1.000 lembar saham pada saat IPO seharga Rp3.175 per lembar, saat ini nilai investasinya bernilai hampir Rp5 miliar. Dalam tiga bulan terakhir, rata-rata dua juta saham Unilever diperdagangkan setiap harinya," ujar dia di Jakarta, Rabu (11/1/2017).
Pada akhir tahun lalu, perusahaan menduduki peringkat lima kapitalisasi pasar terbesar, dengan nilai Rp296 triliun atau sekitar 5,11% dari total kapitalisasi bursa.
"Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada seluruh pemegang saham dan para pemangku kepentingan yang mengantarkan kami tercatat selama 35 tahun dengan peningkatan kinerja yang baik," kata Hemant.
Sejak 1982, omzet Unilever telah meningkat 229 kali dari Rp159 miliar menjadi Rp36,5 triliun pada 2015. Sementara, Return on Equity (ROE) meningkat signifikan dari 34% menjadi 122% pada akhir 2015.
"Hal ini merupakan bentuk perwujudan komitmen Unilever Indonesia untuk memberikan imbal hasil terbaik bagi para pemegang saham," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :