Harga Minyak Dunia Stabil Saat Arab Saudi Mulai Pangkas Produksi

Jum'at, 13 Januari 2017 - 09:19 WIB
Harga Minyak Dunia Stabil...
Harga Minyak Dunia Stabil Saat Arab Saudi Mulai Pangkas Produksi
A A A
NEW YORK - Harga minyak dunia pada perdagangan akhir pekan terlihat stabil didukung rincian pembekuan produksi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) yang sudah dimulai di antaranya Arab Saudi. Meskipun begitu masih ada keraguan terkait target pengurangan pasokan tentang pengaruhnya kepada pasar.

Dilansir Reuters, Jumat (13/1/2017) harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) di perdagangkan pada level USD53.01 per barel, saat pukul GMT 0052 dimana posisi ini tidak berubah dari penutupan terakhir. Sedangkan minyak berjangka Brent sebagai patokan Internasional untuk harga minyak masih belum terdapat data terbaru.

Sementara sebelumnya pada akhir perdagangan, Kamis (13/1) harga minyak meningkat lebih dari 1% saat ekportir besar minyak dunia seperti Arab Saudi dan Rusia mulai mengurangi produksi untuk mencegah banjir minyak mentah secara global. Minyak berjangka AS meningkat sampai 76 sen untuk diperdagangkan pada alevel USD53,01 per barel, dengan keuntungan sebesar 1,5%.

Harga minyak Brent menetap dengan kenaikan 91 sen atau 1,7% di level USD56.01 per barel, setelah sempat menyentuh level tertinggi USD56,43 per barel. Lonjakan harga minyak didukung oleh berita output pemotongan oleh produsen utama dunia, meski meski konsistensi mereka masih dipertanyakan.

Diyakini pelaku pasar bahwa kenaikan harga terimbas dari pernyataan eksportir Arab Saudi yang mengklaim telah produksi telah berkurang di bawah 10 juta barel per hari (bpd). Ditambah mereka menegaskan bakal mengurangi produksi lebih dari 486.000 bpd yang telah disepekati akhir tahun lalu di di bawah kesepakatan global untuk mengekang produksi dan membendung penurunan harga minyak.

Namun, bukti kuat pengurangan dalam pasokan untuk pelanggan belum muncul dalam dua minggu di awal Januari, ketika beberapa anggota OPEC belum berkontribusi dan produsen lain seperti Rusia seharusnya mulai menetarapkan kebijakan pemotongan produksi. "Arah harga minyak akan sangat tergantung pada kepatuhan produsen yang sudah berjanji mengurangi pasokan sesuai kesepakatan yang dibuat di tahun 2016," kata bank Prancis BNP Paribas.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
8 menit yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
19 menit yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
45 menit yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
1 jam yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
1 jam yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved