IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.302, Bursa Asia Melemah
Jum'at, 13 Januari 2017 - 09:56 WIB
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.302, Bursa Asia Melemah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menguat ke level 5.302,41 dengan tambahan 9,66 poin atau setara dengan 0,18%. Kenaikan pasar saham Tanah Air terjadi saat mayoritas bursa Asia turun ketika para investor masih menunggu data perdagangan China di Desember.
Sementara pada perdagangan kemarin, pasar saham Tanah Air ditutup melemah ke level 5.292,75 atau 8,49 poin setara 0,16% meski detik-detik sebelum penutupan masih berada di zona hijau. Pelemahan IHSG hari ini di tengah merosotnya bursa saham Jepang.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp947 miliar dengan 2,62 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp30,87 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp150,4 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp119,5 miliar. Tercatat 114 saham menguat, 107 melemah dan 78 stagnan.
Di sisi lain seperti dilansir dari CNBC, Jumat (13/1/2017), bursa saham Asia dibuka mayoritas lebih rendah di tengah saham perusahaan pembuat airbag mobil asal Jepang yakni Takata melompat seiring penyelesaian tertunda dengan Departemen Kehakiman AS. Sedangkan saham Samsung jatuh cukup dalam setelah petinggi perusahaan tersandung skandal suap.
Di Korea Selatan, indeks Kospi kehilangan 0,49% ketika skandal korupsi sedang melanda negeri Gingseng tersebut yang melibatkan sang Presiden Park Geun-hye. Tercatat saham Samsung Electronics, melemah 1,91%, Samsung C & T jatuh 0,39%, dan Samsung Heavy menyusut sebesar 1,88%.
Penguatan justru terjadi pada indeks Nikkei Jepang yang melesat 0,53% ke level 19233,33 saat saham Takata yang terlibat insiden Airbag bermasalah justru melonjak 16.47% atau 150 poin ketika belum terbukti bersalah. Sedangkan pasar saham Australia menyusut 0,87% dimpin kejatuhan sektor keuangan yang turun 1,7%
Empat bank utama Australia mengelami kejatuhan lebih dari 1% saat saham National Australia Bank jatuh 1,62%, Commonwealth Bank kehilangan 1,74%, ANZ merosot 2% serta Westpac 1,99% lebih rendah. Pelemahan juga terjadi pada pasar saham China ketika komposit Shanghai kehilangan 0,05% ketika indeks Hang Seng di Hong Kong meningkat 0,5%.
Sementara pada perdagangan kemarin, pasar saham Tanah Air ditutup melemah ke level 5.292,75 atau 8,49 poin setara 0,16% meski detik-detik sebelum penutupan masih berada di zona hijau. Pelemahan IHSG hari ini di tengah merosotnya bursa saham Jepang.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp947 miliar dengan 2,62 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp30,87 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp150,4 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp119,5 miliar. Tercatat 114 saham menguat, 107 melemah dan 78 stagnan.
Di sisi lain seperti dilansir dari CNBC, Jumat (13/1/2017), bursa saham Asia dibuka mayoritas lebih rendah di tengah saham perusahaan pembuat airbag mobil asal Jepang yakni Takata melompat seiring penyelesaian tertunda dengan Departemen Kehakiman AS. Sedangkan saham Samsung jatuh cukup dalam setelah petinggi perusahaan tersandung skandal suap.
Di Korea Selatan, indeks Kospi kehilangan 0,49% ketika skandal korupsi sedang melanda negeri Gingseng tersebut yang melibatkan sang Presiden Park Geun-hye. Tercatat saham Samsung Electronics, melemah 1,91%, Samsung C & T jatuh 0,39%, dan Samsung Heavy menyusut sebesar 1,88%.
Penguatan justru terjadi pada indeks Nikkei Jepang yang melesat 0,53% ke level 19233,33 saat saham Takata yang terlibat insiden Airbag bermasalah justru melonjak 16.47% atau 150 poin ketika belum terbukti bersalah. Sedangkan pasar saham Australia menyusut 0,87% dimpin kejatuhan sektor keuangan yang turun 1,7%
Empat bank utama Australia mengelami kejatuhan lebih dari 1% saat saham National Australia Bank jatuh 1,62%, Commonwealth Bank kehilangan 1,74%, ANZ merosot 2% serta Westpac 1,99% lebih rendah. Pelemahan juga terjadi pada pasar saham China ketika komposit Shanghai kehilangan 0,05% ketika indeks Hang Seng di Hong Kong meningkat 0,5%.
(akr)
Lihat Juga :