Bank Kesejahteraan Targetkan Laba Naik 50% Demi IPO

Jum'at, 13 Januari 2017 - 23:16 WIB
Bank Kesejahteraan Targetkan...
Bank Kesejahteraan Targetkan Laba Naik 50% Demi IPO
A A A
JAKARTA - PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE) menargetkan laba bersih tahun ini tumbuh di kisaran 45%-50% menjadi Rp75 miliar hingga Rp100 miliar. Hingga Desember 2016 laba bersih BKE tumbuh 210,76% menjadi Rp44,44 miliar dari Rp14,30 miliar.

Direktur Utama BKE Sasmaya Tuhuleley mengatakan, pertumbuhan laba dibutuhkan untuk mencapai level ROE di atas 20% sehingga akan mendukung rencana perseroan melantai di bursa (initial public offering/IPO) dan menarik para investor masuk.

Namun, sebelum IPO pihaknya juga akan mencari pendanaan dengan obligasi untuk mendukung penyaluran kredit jangka menengah. "Laba ingin kita tingkatkan menjelang IPO di akhir tahun ini atau awal tahun depan. Rencananya laba akan menjadi Rp75 miliar hingga Rp100 miliar," ujar dia dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Demi mencapai laba maka perseroan memasang target kredit 2017 sebesar 42%. Target itu mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang sekitar 32%. "Kami berharap kredit BKE tahun ini bisa lebih besar dari target yang ditetapkan sebesar 42%," ujarnya.

Sementara, untuk target dana pihak ketiga (DPK) akan mengikuti kredit atau tumbuh di atas 40%. Pertumbuhan DPK seiring dengan pertumbuhan kredit. "DPK mengikuti pertumbuhan kredit, tapi kita ingin menerbitkan obligasi lagi Rp500 miliar tahun ini mungkin semester dua untuk mendukung pendanaan. Jadi, di samping DPK kita ingin gunakan dana pasar modal. Pendanaan untuk kredit merupakan kombinasi obligasi dan DPK.

Selain, juga dibutuhkan funding untuk jangka menengah. Rasio dana murah atau Casa akan menjadi Rp1 triliun atau membesar menjadi 30% dari sebelumnya 22% dibanding deposito. Sedangkan deposito tahun ini menjadi sebesar Rp2,5 triliun," kata dia.

BKE untuk pertama kalinya bergabung ke pasar saham Indonesia. Namun, kedatangan Bank Kesejahteraan Ekonomi bukan untuk melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering).

Sasmaya menjelaskan, pihaknya datang ke pasar modal untuk menerbitkan obligasi. Pasalnya, sejak BKE berdiri mereka belum pernah melakukan obligasi. "Ini merupakan peristiwa bersejarah bagi BKE, pertama kali jelang 25 tahun kami masuk pasar modal," katanya.

Menurutnya, dengan mencatatkan obligasi ini, BKE ingin menjadi perusahaan yang lebih baik. Dia pun berharap pengawasan yang dilakukan OJK terhadap Bank Kesejahteraan Ekonomi mampu membuat kinerja mereka lebih kompeten.

Pihaknya mengimbau agar ada banyak perusahaan termasuk perbankan yang mulai menjajaki pasar modal. Pasalnya, dengan masuk pasar modal dapat menghantarkan perusahaan untuk lebih berkembang. "Kami yakin ke depan perusahaan di Indonesia termasuk perbankan harus masuk pasar modal kalau mau tambah berkembang," imbuh dia.

Perseroan berencana akan melakukan penerbitan obligasi senilai Rp500 miliar tahun ini. Hal ini setelah melihat respons positif investor dalam penawaran obligasi subordinasi membuat perseroan optimistis untuk kembali menerbitkan surat utang.

"Kami telah resmi mencatatkan subdebt senilai Rp170 miliar ini di BEI. Selanjutnya, kami juga akan me-launching obligasi lagi maksimal senilai Rp500 miliar tahun ini," terangnya.

Saat ini, pihaknya sedang mempersiapkan persyaratan dalam persiapan penerbitan obligasi. Diyakini penerbitan obligasi dapat diterbitkan pada semester II/2017. "Jangka waktu obligasi mungkin di 3 tahun hingga 5 tahun tapi detilnya nanti," katanya.

Dana hasil emisi obligasi selain untuk meningkatkan permodalan, sebagaian lagi akan digunakan untuk mendukung ekspansi kredit tahun ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Majukan Daerah, NuunDi...
Majukan Daerah, NuunDi Gelar Sosial Mapping di Desa Balassuka
Kesejahteraan dan Akselerasi...
Kesejahteraan dan Akselerasi Ekonomi Berkeadilan
HUT ke-79 RI Jadi Momentum...
HUT ke-79 RI Jadi Momentum Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
Menko PMK, Muhadjir...
Menko PMK, Muhadjir Effendy: Layanan Inklusif Bawa Gerak Kemajuan
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Perkenalkan Tiga Pilar Kesejahteraan Pensiunan
Pemkab Gowa Gandeng...
Pemkab Gowa Gandeng AMCF Bangun Rumah Duafa Untuk Warga
Berita Terkini
Tol Kataraja Siap Beroperasi...
Tol Kataraja Siap Beroperasi Akhir Tahun 2026, Bandara Soetta-PIK 2 Hanya 7 Menit
18 menit yang lalu
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
21 menit yang lalu
Menang Undian Tabungan...
Menang Undian Tabungan Dahsyat MNC Bank, Nasabah Manfaatkan untuk Kuliah Anak
30 menit yang lalu
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
1 jam yang lalu
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
2 jam yang lalu
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
2 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved