Polemik Jual Aset BUMN Tanpa Izin DPR dan Kasus JICT

Senin, 16 Januari 2017 - 11:22 WIB
Polemik Jual Aset BUMN...
Polemik Jual Aset BUMN Tanpa Izin DPR dan Kasus JICT
A A A
JAKARTA - Aturan baru soal aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2016 yang menyebutkan bahwa perpindahan aset negara ke perusahaan swasta tanpa harus persetujuan DPR semakin lama menjadi polemik. Direktur Indonesia Port Watch (IPW) Syaiful Hasan menilai jangan sampai aturan tersebut menjadi pembenaran kasus penjualan aset nasional seperti pada PT Jakarta International Container Terminal (JICT).

"Apakah Penjualan aset negara JICT yang bermasalah dapat dilanjutkan atau tidak sebenarnya menjadi hal yang krusial terkait dengan konteks PP 72 tersebut," kata Syaiful di Jakarta, Senin (16/1/2017).

(Baca Juga: Aturan Baru Aset BUMN Dinilai Berbahaya)

Menurutnya, persolan yang terpenting adalah pemerintah dalam hal ini Pelindo II berani membatalkan perpanjangan JICT untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Saat ini, audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah dilakukan terhadap perpanjangan kontrak JICT.

Sebelumnya, dalam laporan audit Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) BPK pada Desember 2015, terdapat beberapa kesimpulan temuan. Di antaranya yakni adanya kekurangan uang muka yang disetorkan pemilik 51% JICT Hutchison Port sebesar USD 50,9 juta, poin kedua yaitu perpanjangan JICT dilakukan tanpa ada izin RUPS Menteri BUMN.

"Maksudnya, ketika dalam audit PDTT BPK saja aspek komersial tidak optimal dan terdapat potensi pelanggaran hukum maka laporan audit investigasi BPK harus lebih komperehensif dan tegas. Ini bisa dijadikan dasar oleh Pelindo II dalam membatalkan," tambahnya.

"Ini berbahaya melego JICT tanpa izin RUPS Menteri BUMN. Belum lagi negara berpotensi rugi disana. Maka perpanjangan JICT harus dibatalkan dan diulang prosesnya secara benar. Hal ini agar investor memiliki kepastian dan tidak ada sisi abu-abu hukum yang dapat bermasalah di kemudian hari," papar Syaiful.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berikan Pendidikan untuk...
Berikan Pendidikan untuk Anak Putus Sekolah, JICT Raih 2 Penghargaan ISDA 2021s
Tanggap Perubahan Iklim...
Tanggap Perubahan Iklim dan SDGS, JICT Gelar Semiloka Lingkungan Hijau
Pakai Teknologi Modern,...
Pakai Teknologi Modern, JICT Tambah Fasilitas Bongkar Muat dengan 2 Quay Crane Baru
JICT Tanjung Priok,...
JICT Tanjung Priok, Pelabuhan Pertama Peraih Sertifikasi ISO 22301
Ujung Tombak Perekonomian...
Ujung Tombak Perekonomian RI, Volume JICT 2024 Tembus 2,2 Juta TEUS
JICT Komitmen Persingkat...
JICT Komitmen Persingkat Waktu Singgah Kapal di Pelabuhan Tanjung Priok
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Aset dan Kekayaan...
Daftar Aset dan Kekayaan Organisasi Islam Muhammadiyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved