Dunia Perlu Investasikan USD25 Triliun untuk Kapasitas Minyak Baru
Selasa, 17 Januari 2017 - 21:29 WIB
Dunia Perlu Investasikan USD25 Triliun untuk Kapasitas Minyak Baru
A
A
A
DAVOS - Presiden dan CEO dari Saudi Arabian Oil Company (Saudi Aramco) Amin Nasser mengatakan bahwa permintaan minyak dan gas terus tumbuh selama beberapa dekade mendatang. Namun penurunan investasi modal untuk industri ini menyebabkan harga tidak beranjak, sehingga mempengaruhi ekonomi global.
Melansir CNBC, Selasa (17/1/2017), Nasser dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, berujar bahwa industri perminyakan dunia memerlukan investasi USD25 triliun selama 25 tahun ke depan untuk mengembangkan kapasitas minyak baru demi memenuhi permintaan pasar. Menurut Nasser bahwa energi terbarukan memang akan memperoleh pangsa pasar dalam jangka panjang tetapi tidak akan menjadi dominan.
“Energi terbarukan memakan waktu puluhan tahun untuk menggantikan sumber daya minyak bumi. Jadi apa yang kami lakukan di Saudi Aramco adalah membangun kemampuan kami dalam minyak,” katanya.
Nasser menerangkan bahwa Kerajaan Arab Saudi memiliki kapasitas minyak sebesar 12,5 juta barel per hari dan terus membangun kapasitas tersebut, serta memperluas portofolio di bidang gas.
"Kami akan menggandakan gas kami selama dekade berikutnya. Ini akan memungkinkan kami untuk menempatkan lebih banyak minyak mentah ke pasar," tambahnya di acara.
Harga minyak sendiri telah menurun dramatis sejak pertengahan 2014 karena kelebihan pasokan di industri dengan analis juga mencatat penurunan permintaan. Saudi Aramco telah menggarisbawahi rencana untuk diversifikasi produksi mereka.
Meski demikian, kata CEO Saudi Aramco ini, pasar minyak sejauh ini masih sehat dan akan terus membentang hingga tahun 2060. Dan prediksi dia bahwa minyak akan terus menemani manusia selama beberapa dekade mendatang. Karena itu dibutuhkan lebih banyak ekspansi dan modal di sektor ini.
Melansir CNBC, Selasa (17/1/2017), Nasser dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, berujar bahwa industri perminyakan dunia memerlukan investasi USD25 triliun selama 25 tahun ke depan untuk mengembangkan kapasitas minyak baru demi memenuhi permintaan pasar. Menurut Nasser bahwa energi terbarukan memang akan memperoleh pangsa pasar dalam jangka panjang tetapi tidak akan menjadi dominan.
“Energi terbarukan memakan waktu puluhan tahun untuk menggantikan sumber daya minyak bumi. Jadi apa yang kami lakukan di Saudi Aramco adalah membangun kemampuan kami dalam minyak,” katanya.
Nasser menerangkan bahwa Kerajaan Arab Saudi memiliki kapasitas minyak sebesar 12,5 juta barel per hari dan terus membangun kapasitas tersebut, serta memperluas portofolio di bidang gas.
"Kami akan menggandakan gas kami selama dekade berikutnya. Ini akan memungkinkan kami untuk menempatkan lebih banyak minyak mentah ke pasar," tambahnya di acara.
Harga minyak sendiri telah menurun dramatis sejak pertengahan 2014 karena kelebihan pasokan di industri dengan analis juga mencatat penurunan permintaan. Saudi Aramco telah menggarisbawahi rencana untuk diversifikasi produksi mereka.
Meski demikian, kata CEO Saudi Aramco ini, pasar minyak sejauh ini masih sehat dan akan terus membentang hingga tahun 2060. Dan prediksi dia bahwa minyak akan terus menemani manusia selama beberapa dekade mendatang. Karena itu dibutuhkan lebih banyak ekspansi dan modal di sektor ini.
(ven)
Lihat Juga :