Harga Minyak Dunia Stabil Saat USD Lesu
Rabu, 18 Januari 2017 - 09:26 WIB
Harga Minyak Dunia Stabil Saat USD Lesu
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak dunia sedikit berubah dengan kecenderungan stabil di tengah penurunan dolar Amerika Serikat (USD) dan ditambah adanya komentar dari Arab Saudi yang mematuhi komitmen OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia) untuk mengurangi produksi. Di sisi lain menurut perkiraan bahwa produsen minyak dunia lainnya seperti AS dan Rusia bakal meningkatkan produksi minyak mentah mereka tahun ini.
Seperti diketahui pelemahan dolar telah jatuh ke posisi terendah terhadap beberapa mata uang utama setelah Presiden AS terpilih Donald Trump mengatakan bahwa kuatnya greenback telah menurunkan daya saing AS. "Pasar minyak dunia lebih lemah daripada yang terlihat dan kini sedang ditopang oleh penurunan dolar," ucap Managing Partner PSW investasi Phil Davis di Woodland Park.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (18/1/2017) minyak Brent telah kehilangan 39 sen atau turun tipis 0,7% untuk bertahan di level USD55.47 per barel. Sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) meningkat 11 senatau 0,2% untuk menetap pada posisi USD52.48 per barel. Pada sesi sebelumnya, keduanya sempat naik sebesar USD1 pada perdagangan Selasa.
Minyak dunia sebelumnya mendapatkan dukungan dari eksportir minyak mentah Arab Saudi, yang menegaskan bakal mematuhi perjanjian dengan OPEC dan produsen lain untuk mengurangi produksi. Di bawah perjanjian yang telah ditekan OPEC, Rusia dan negara non-OPEC lainnya pada akhir tahun lalu, mereka akan coba mengurangi produksi minyak dengan hampir 1,8 juta bpd.
Ekspor minyak dari Selatan Irak sejauh ini telah berkurang pada Januari, berdasarkan data dan sumber industri. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa produsen terbesar kedua OPEC menindaklanjuti keputusan kelompok untuk memotong produksi. Hanya saha keuntungan harga minyak mentah tertahan oleh erkiraan meningkatnya produksi AS dan Rusia serta skeptisisme yang masih ada terhadap konsistensi kebijakan OPEC.
Seperti diketahui pelemahan dolar telah jatuh ke posisi terendah terhadap beberapa mata uang utama setelah Presiden AS terpilih Donald Trump mengatakan bahwa kuatnya greenback telah menurunkan daya saing AS. "Pasar minyak dunia lebih lemah daripada yang terlihat dan kini sedang ditopang oleh penurunan dolar," ucap Managing Partner PSW investasi Phil Davis di Woodland Park.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (18/1/2017) minyak Brent telah kehilangan 39 sen atau turun tipis 0,7% untuk bertahan di level USD55.47 per barel. Sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) meningkat 11 senatau 0,2% untuk menetap pada posisi USD52.48 per barel. Pada sesi sebelumnya, keduanya sempat naik sebesar USD1 pada perdagangan Selasa.
Minyak dunia sebelumnya mendapatkan dukungan dari eksportir minyak mentah Arab Saudi, yang menegaskan bakal mematuhi perjanjian dengan OPEC dan produsen lain untuk mengurangi produksi. Di bawah perjanjian yang telah ditekan OPEC, Rusia dan negara non-OPEC lainnya pada akhir tahun lalu, mereka akan coba mengurangi produksi minyak dengan hampir 1,8 juta bpd.
Ekspor minyak dari Selatan Irak sejauh ini telah berkurang pada Januari, berdasarkan data dan sumber industri. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa produsen terbesar kedua OPEC menindaklanjuti keputusan kelompok untuk memotong produksi. Hanya saha keuntungan harga minyak mentah tertahan oleh erkiraan meningkatnya produksi AS dan Rusia serta skeptisisme yang masih ada terhadap konsistensi kebijakan OPEC.
(akr)
Lihat Juga :