Dewan Komisioner OJK Baru Harus Bisa Dongkrak Jumlah Emiten
Rabu, 18 Januari 2017 - 11:22 WIB
Dewan Komisioner OJK Baru Harus Bisa Dongkrak Jumlah Emiten
A
A
A
JAKARTA - Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru periode 2017-2022 diimbau bisa meningkatkan jumlah emiten di pasar modal. Seperti diketahui tahun lalu, jumlah perusahaan yang mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) masih sedikit hanya 16 perusahaan.
(Baca Juga: Dewan Komisioner OJK Baru Diharapkan Perkuat Anggota Bursa)
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, perusahaan yang akan melantai di pasar saham juga diharapkan ukurannya besar. Sehingga, investor tidak terjebak dengan emiten pencari dana sesaat.
"Harapannya emiten yang masuk ke bursa lebih banyak, ditingkatkan, lebih besar. Beberapa emiten kemarin sengaja menerima dana masyarakat habis itu follow up enggak jalan, enggak tercermin dari kinerja saham dan fundamental," ujarnya saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (18/1/2017).
Lebih lanjut dia menjelaskan, perusahaan yang akan mencari pendanaan melalui pasar modal harus mau berkomitmen dalam membangun industri. Komitmen ini penting supaya investor tidak terjebak ke 'saham tidur'.
"Artinya kalau kualifikasi masuk bursa boleh dikatakan implementasi yang mereka janjikan, mereka terima duit didiemin saja, berantakan. Investornya apalagi, saat ini dana asing banyak keluar, harus beri kepercayaan investor dengan emiten yang masuk harus lebih berkualitas," paparnya.
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas emiten, kata dia, bisa dengan menghukum perusahaan yang tidak sesuai dalam menjalankan usaha. Apa yang dikatakan saat public expose berbeda dalam implementasi ke depannya.
"Langkahnya ya misal seperti contoh beberapa mereka dikasih hukuman. Misal tidak bisa imementasi, harusnya berikan sanksi. Seperti mereka tidak sesuai apa yang mereka bicarakan atau katakan ke market, ke pemegang saham," tutup Edwin.
(Baca Juga: Dewan Komisioner OJK Baru Diharapkan Perkuat Anggota Bursa)
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, perusahaan yang akan melantai di pasar saham juga diharapkan ukurannya besar. Sehingga, investor tidak terjebak dengan emiten pencari dana sesaat.
"Harapannya emiten yang masuk ke bursa lebih banyak, ditingkatkan, lebih besar. Beberapa emiten kemarin sengaja menerima dana masyarakat habis itu follow up enggak jalan, enggak tercermin dari kinerja saham dan fundamental," ujarnya saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (18/1/2017).
Lebih lanjut dia menjelaskan, perusahaan yang akan mencari pendanaan melalui pasar modal harus mau berkomitmen dalam membangun industri. Komitmen ini penting supaya investor tidak terjebak ke 'saham tidur'.
"Artinya kalau kualifikasi masuk bursa boleh dikatakan implementasi yang mereka janjikan, mereka terima duit didiemin saja, berantakan. Investornya apalagi, saat ini dana asing banyak keluar, harus beri kepercayaan investor dengan emiten yang masuk harus lebih berkualitas," paparnya.
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas emiten, kata dia, bisa dengan menghukum perusahaan yang tidak sesuai dalam menjalankan usaha. Apa yang dikatakan saat public expose berbeda dalam implementasi ke depannya.
"Langkahnya ya misal seperti contoh beberapa mereka dikasih hukuman. Misal tidak bisa imementasi, harusnya berikan sanksi. Seperti mereka tidak sesuai apa yang mereka bicarakan atau katakan ke market, ke pemegang saham," tutup Edwin.
(akr)