IHSG Akhir Pekan Diperkirakan Menguat Terbatas
Jum'at, 20 Januari 2017 - 08:39 WIB
IHSG Akhir Pekan Diperkirakan Menguat Terbatas
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diperkirakan oleh Analis Reliance Securities Lanjar Nafi akan menguat terbatas dengan range pergerakan 5.270-5.350. Menurutnya bursa saham Tanah Air bergerak positif secara teknikal mengkonfirmasi rebound signal yang terbentuk sebelumnya.
Lebih lanjut dia menerangkan penguatan IHSG dengan dukungan Indikator Stochastic yang golden-cross tepat di area oversold. "IHSG akan menguji resistance upper bollinger bands dan level 5.350 sebagai retracement dari fibonacci," ujarnya di Jakarta, Jumat (20/1/2017).
(Baca Juga: IHSG Jaga Tren Positif, Bursa Asia Ditutup Variatif)
Sementara, IHSG kemarin menguat tipis ditutup naik 416 poin sebesar 0,79% dilevel 5.298,95. Indeks sektor Trade and Service tidak mampu mendorong optimisme pasar dimana Sektor pertambangan tertahan hingga melemah 0,42%.
"Keputusan suku bunga tidak berubah di Indonesia di level 4,75% membuat investor asing cukup tertarik hingga melakukan aksi beli berish sebesar Rp181,65 miliar," paparnya.
Saham-saham yang dapat diperhatikan di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR). Selanjutnya ada saham PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) serta PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) yang patut dicermati.
Lebih lanjut dia menerangkan penguatan IHSG dengan dukungan Indikator Stochastic yang golden-cross tepat di area oversold. "IHSG akan menguji resistance upper bollinger bands dan level 5.350 sebagai retracement dari fibonacci," ujarnya di Jakarta, Jumat (20/1/2017).
(Baca Juga: IHSG Jaga Tren Positif, Bursa Asia Ditutup Variatif)
Sementara, IHSG kemarin menguat tipis ditutup naik 416 poin sebesar 0,79% dilevel 5.298,95. Indeks sektor Trade and Service tidak mampu mendorong optimisme pasar dimana Sektor pertambangan tertahan hingga melemah 0,42%.
"Keputusan suku bunga tidak berubah di Indonesia di level 4,75% membuat investor asing cukup tertarik hingga melakukan aksi beli berish sebesar Rp181,65 miliar," paparnya.
Saham-saham yang dapat diperhatikan di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR). Selanjutnya ada saham PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) serta PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) yang patut dicermati.
(akr)
Lihat Juga :