Kisah Sepasang Bola Mata Anak di Pulau Terdepan

Sabtu, 21 Januari 2017 - 15:19 WIB
Kisah Sepasang Bola...
Kisah Sepasang Bola Mata Anak di Pulau Terdepan
A A A
JAKARTA - “Awalnya aku bercita-cita menjadi Polwan, tetapi karena mataku minus dua, terpaksa kualihkan cita-citaku menjadi guru yang tidak mempermasalahkan kondisi mata minus,” ungkap Maya Klaritagarpenassy, siswi kelas 5 SD di Merauke, Papua, seusai pemeriksaan mata di sekolahnya.

Kejadian ini memang agak tragis. Karena permasalahan mata, seorang anak harus mengganti cita-cita yang diimpikannya. Pemeriksaan mata Maya tersebut baru dilakukan setelah ia berusia 11 tahun.

Ternyata masalah mata anak bukanlah persoalan biasa dan dapat dianggap sepele. Kepala Divisi Kesehatan Rumah Sakit dan Sosial PMI Pusat dr. Mochamad Arfan yang telah mengikuti hampir seluruh pembagian kacatama melalui GenerAKSI Sehat Indonesia mengatakan, “Di tiap-tiap kota, rata-rata sekitar 15% dari 300 anak-anak yang diperiksa mengalami kelainan refraksi yang cukup serius.”

Ia mencontohkan bahwa data pemeriksaan mata anak di Merauke yang mengalami minus besar mencapai 25%. Sedangkan di Jakarta dalam hal ini Jakarta Utara bahkan mencapai 30%.

Merujuk data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia pada 2013 menunjukkan 6,6 juta anak Indonesia usia sekolah mengalami gangguan mata. Angka tersebut cukup besar bila dibandingkan jumlah anak usia sekolah yang mencapai 66 juta.

Berdasarkan masalah tersebut, PT Astra International Tbk menggagas gerakan GenerAKSI Sehat Indonesia (GSI). GSI merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian Astra di bidang kesehatan untuk membantu anak-anak sekolah di daerah perbatasan terluar Indonesia memiliki penglihatan yang lebih baik. Bekerja sama dengan PMI, program ini telah dilaksanakan sejak Oktober 2014 hingga Januari 2017.

Program terakhir GSI 2016-2017 dilakukan pada 21 Januari 2017 di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Sebanyak 2.000 kacamata kembali diserahkan Astra bagi anak-anak di kawasan paling utara Indonesia Timur tersebut.

Penyerahan kacamata dilakukan secara simbolis oleh Bupati Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip, Perwakilan Ketua PMI Sulawesi Utara Annie Dondokambey, Ketua DPRD Talaud George Rompah, Head of Environment & Social Responsibility PT Astra International Tbk, dan Head of Public Relations PT Astra International Tbk Yulian Warman kepada empat perwakilan siswa SDN 1 Beo, Kepulauan Talaud.

Bupati Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Astra dalam membantu anak-anak Talaud. “Tidak adanya pemeriksaan mata gratis seperti yang dilakukan Astra ini menjadi salah satu penyebab kerusakan mata anak,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (21/1/2017).

Di samping itu, ia juga menyampaikan beberapa kebiasaan anak-anak yang merusak mata, seperti seringnya bermain gadget, terlalu lama menonton televisi, dan membaca buku sambil tiduran.

Program GenerAKSI Sehat Indonesia mengajak masyarakat melakukan gerakan sosial melalui berbagai Aksi Sehat seperti olahraga, makan buah dan sayur, deteksi dini pemeriksaan kesehatan, dan aksi sehat lain yang dilakukan bersama teman dan keluarga. Setiap Aksi Sehat yang dikampanyekan melalui media sosial dikonversikan oleh Astra menjadi kacamata yang didonasikan untuk anak-anak di wilayah perbatasan dan terluar Indonesia.

Pada tahun 2014-2015, sebanyak 9.048 kacamata telah didonasikan ke lima wilayah perbatasan dan terluar Indonesia, yaitu: Sabang, Aceh; Entikong, Kalimantan Barat; Nunukan, Kalimantan Utara; Atambua, Nusa Tenggara Timur, dan Merauke, Papua.

Setelah penyerahan kacamata di Talaud ini, secara keseluruhan jumlah kacamata yang diberikan Astra bagi anak-anak Indonesia hingga saat ini sebanyak 15.654 kacamata.

Sumbangsih Astra di bidang kesehatan yang terangkum dalam program Astra untuk Indonesia Sehat telah memberikan pengobatan gratis kepada 120.087 pasien, pembinaan 1.537 posyandu, menyumbangkan 198.013 kantong darah, dan membina 43 Kampung Berseri Astra.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Naik 20%, Penjualan...
Naik 20%, Penjualan Mobil Grup Astra Tembus 413.464 Unit per September 2022
Berkreasi dan Berinovasi...
Berkreasi dan Berinovasi Membantu Astra Lewati Masa Pandemi 2020
Bukan Virgin Biasa,...
Bukan 'Virgin' Biasa, VCO Inovasi Bambang Bantu Perbaikan Gizi Anak Parigi Moutong
Kembangkan Inovasi,...
Kembangkan Inovasi, Astra Tetapkan 23 Finalis yang Inspiratif
Gegara Ini, Laba Astra...
Gegara Ini, Laba Astra Agro Anjlok 56,22%
Raih Laba Rp21,70 Triliun,...
Raih Laba Rp21,70 Triliun, Astra Tebar Dividen Rp8,66 Triliun
Berita Terkini
Sakha Coffee Perluas...
Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Lokal, Penjualan Digital Tumbuh 60%
25 menit yang lalu
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
38 menit yang lalu
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
1 jam yang lalu
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
3 jam yang lalu
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
3 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved