Menaker Anggap Santai TKA China Transaksi Pakai Yuan

Senin, 23 Januari 2017 - 15:43 WIB
Menaker Anggap Santai...
Menaker Anggap Santai TKA China Transaksi Pakai Yuan
A A A
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menanggapi santai kabar yang menyebutkan banyak Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang bertransaksi di Indonesia menggunakan mata uang yuan. Menurutnya, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar terjadi.

Dia menilai, penggunaan mata uang negara asal tidak hanya terjadi di Indonesia terhadap yuan. Misalnya, di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia masih ada yang bertransaksi dengan ringgit. Selain itu, di Batam pun beberapa di antaranya masih ada yang menggunakan dolar Singapura.

"Misal kalau lihat orang Tiongkok transaksi pakai Yuan. Lah memang kenapa? sama saja. Saya di Arab bayar pakai rupiah, di Batam transaksi pakai dolar Singapura," katanya dalam acara SARA, Radikalisme dan Prospek Ekonomi Indonesia 2017 di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Hanif juga menganggap wajar jika ada 200 orang TKA asal Negeri Tirai Bambu yang bekerja di Indonesia. Karena, di China pun banak tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mengadu nasib di negara tersebut.

"Wajar kalau ada 100 orang-200 orang. Di Hong Kong 30 ribu orang (TKI) kumpul (untuk sholat Idul Fitri) di Victoria Park. Jadi bukan sebesar itunya, tapi ini (isunya) sudah diperbesar‎," imbuh dia.

Menurutnya, pemerintah pun saat ini telah berusaha menekan masuknya tenaga kerja dari luar negeri. Saat ini, jumlah tenaga kerja asing yang ada di Indonesia tinggal 74 ribu dari sebelumnya 77 ribu pada 2011.

‎"Di 2011 itu ada 77 ribu, sekarang 74 ribu‎. Saya memandang penting karena pada dasarnya pemerintah telah melakukan sesuatu, pemerintah menangani serius. Tapi jangan digede-gedein," tutur Hanif.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kedatangan 500 TKA China...
Kedatangan 500 TKA China ke RI Ditegaskan Sesuai Prosedur
9 Perusahaan P3MI Gugat...
9 Perusahaan P3MI Gugat Menteri Tenaga Kerja
Usai Bentrok TKA China...
Usai Bentrok TKA China dengan Pekerja Lokal di PT GNI Morut, 70 Terduga Pelaku Ditahan Polisi
2.000 TKA China Dibutuhkan...
2.000 TKA China Dibutuhkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Tim Khusus Akan Awasi
Ada 2.000 Pekerja China...
Ada 2.000 Pekerja China di Proyek Kereta Cepat, Menaker: Perbandingan 1:5
Jumlah TKA di Indonesia...
Jumlah TKA di Indonesia Tahun 2022 Sebanyak 96,57 Ribu Pekerja
Berita Terkini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
31 menit yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
1 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
12 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved