Bisnis Kuliner Topang Perekonomian Solo

Selasa, 24 Januari 2017 - 05:16 WIB
Bisnis Kuliner Topang...
Bisnis Kuliner Topang Perekonomian Solo
A A A
SOLO - Bisnis kuliner menjadi komponen penting dalam menopang perekonomian di Kota Solo. Pemerintah kota (Pemkot) setempat mencatat berputaran uang dari sektor kuliner minimal menembus angka Rp310 miliar setahun.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Solo Yosca Herman Soedrajad mengatakan, berputaran uang sebesar itu dapat dilihat dari pajak restoran yang mencapai Rp31 miliar di tahun 2016. Nilai pajak yang masuk adalah 10% dari omzet restoran. “Artinya, restoran memiliki omzet sepuluh kali lipat dari besarnya pajak,” kata Yosca Herman Soedrajad.

Namun dirinya memperkirakan nilainya lebih dari yang terdata oleh BPPKAD. Sebab kuliner pedagang kaki lima (PKL) tidak terkena pajak restoran, namun hanya retribusi. Padahal, penggemar kuliner PKL diprediksi lebih banyak dibanding yang masuk ke restoran. “Selama ini Solo lebih dikenal sebagai kota plesir. Selain kaya peninggalan budaya, juga terkenal dengan keragaman kuliner,” tegasnya.

Menurutnya banyak orang dari luar daerah datang ke Solo hanya sekedar untuk jajan. Masyarakat yang menikmati kuliner rata rata merupakan pelancong, dan sebagian lainnya masyarakat lokal yang memilih untuk makan di luar sebagai selingan. Diungkapkannya, pajak restoran hanya dikutip dari 872 restoran dan rumah makan yang menerapkan sistem pencatatan transaksi yang baik.

“Padahal, banyak rumah makan tradisional dan PKL yang memiliki omzet tinggi. Apabila dikalkulasi secara menyeluruh, berputaran dari bisnis kuliner di atas Rp310 miliar. Apalagi, kebanyakan tempat makan yang dikunjungi wisatawan justru warung tradisional dan PKL yang omzetnya melebihi restoran," sambung dia.

Guna mendongkrak nilai pajak, pihaknya mendorong agar warung makan yang memiliki omzet tinggi menerapkan sistem pencatatan transaksi yang lebih baik. Pemkot Solo siap membantu, termasuk menyediakan teknologi informasi untuk pencatatan transaksi.

Tahun 2017, target pengumpulan pajak restoran dinaikkan menjadi Rp28 miliar mengingat potensinya sangat besar. Dirinya pun optimistis target tercapai sebagaimana tahun 2016 yang semula dipatok Rp26,5 miliar, namun realisasinya tembus Rp31 miliar.

Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo mengatakan, pihaknya serius untuk mempromosikan pariwisata ke luar negeri. Sebab yang dibidik adalah pangsa pasar wisatawan manca negara. Promosi melalui kerjasama dengan beberapa kedutaan asing yang berada di Indonesia. “Seperti Amerika dan Austria. Pariwisata menjadi andalan dalam menggerakkan perekonomian masyarakat Solo,” paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembangunan Ekonomi...
Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, Ciomy Ciptakan Lapangan Kerja di Garut
J Trust Bank Perkuat...
J Trust Bank Perkuat Ekonomi Kuliner melalui Gourmet Choice 2026
Geliat Kekuatan Bisnis...
Geliat Kekuatan Bisnis Perempuan Rambah Kuliner hingga Konveksi
Cabuk Rambak Bu Yanti...
Cabuk Rambak Bu Yanti Pasar Gede Solo, Gurih Pedasnya Bikin Ketagihan
Industri Kuliner Berkembang...
Industri Kuliner Berkembang Pesat di Indonesia
Transisi Bisnis Era...
Transisi Bisnis Era Normal Baru, Broadway Group Ajak Majukan Ekonomi Digital
Berita Terkini
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
8 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
5 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
15 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Infografis
Birokrasi Rumit, Banyak...
Birokrasi Rumit, Banyak Bisnis Hengkang dari Uni Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved