Rupiah Diramal Bisa Tembus Rp14.000/USD jika Fed Rate Naik
Selasa, 24 Januari 2017 - 20:44 WIB
Rupiah Diramal Bisa Tembus Rp14.000/USD jika Fed Rate Naik
A
A
A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) bisa tembus Rp14.000/USD, jika Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) menaikkan tingkat suku bunga acuannya (Fed Rate).
Bank Sentral AS memang telah memberikan sinyal akan menaikkan suku bunga acuannya tahun ini. Bahkan, dalam pertemuan terakhir The Fed memberikan sinyal akan menaikkan Fed Rate tiga kali pada tahun ini.
Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani memperkirakan, sinyal kenaikan Fed Rate bahkan bisa terjadi hingga lima kali di tahun ini. Kenaikannya berkisar antara 75 basis poin (bps) hingga 150 bps.
"Kita prediksi Fed naik 3-5 kali, dengan kenaikan masing-masing 0,25%, bisa kenaikan antara 75-150 basis poin pada 2017," katanya di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (24/1/2017).
Jika hal tersebut terjadi, sambung Rosan, maka aliran modal akan deras masuk ke Negeri Paman Sam tersebut. Apalagi, AS juga akan memberikan pinalti kepada perusahaan AS yang membangun perusahaan di luar negeri.
"Dampaknya ke Indonesia, begitu dana balik, akan terjadi penguatan USD, kemungkinan besar rupiah melemah, kalau bicara dengan orang luar, mereka tidak heran kalau USD ke rupiah sampai di level Rp14.000/USD," tutur dia.
Bank Sentral AS memang telah memberikan sinyal akan menaikkan suku bunga acuannya tahun ini. Bahkan, dalam pertemuan terakhir The Fed memberikan sinyal akan menaikkan Fed Rate tiga kali pada tahun ini.
Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani memperkirakan, sinyal kenaikan Fed Rate bahkan bisa terjadi hingga lima kali di tahun ini. Kenaikannya berkisar antara 75 basis poin (bps) hingga 150 bps.
"Kita prediksi Fed naik 3-5 kali, dengan kenaikan masing-masing 0,25%, bisa kenaikan antara 75-150 basis poin pada 2017," katanya di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (24/1/2017).
Jika hal tersebut terjadi, sambung Rosan, maka aliran modal akan deras masuk ke Negeri Paman Sam tersebut. Apalagi, AS juga akan memberikan pinalti kepada perusahaan AS yang membangun perusahaan di luar negeri.
"Dampaknya ke Indonesia, begitu dana balik, akan terjadi penguatan USD, kemungkinan besar rupiah melemah, kalau bicara dengan orang luar, mereka tidak heran kalau USD ke rupiah sampai di level Rp14.000/USD," tutur dia.
(izz)