Jokowi Minta BUMN Optimistis Ekonomi Tumbuh Positif

Rabu, 25 Januari 2017 - 14:56 WIB
Jokowi Minta BUMN Optimistis...
Jokowi Minta BUMN Optimistis Ekonomi Tumbuh Positif
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu lebih baik dibanding negara lainnya.

Menurutnya, ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh sekitar 5,18% di kuartal kedua, dan turun di kuartal ketiga menjadi 5,02% pada 2016 di tengah melemahnya kondisi ekonomi global.

‎"Kalau kita bandingkan dengan negara-negara G20, ya saya kira enggak jelek-jelek amat, masih nomor tiga kok, (Indonesia) kalah dengan India, kalah dengan RRT‎ (Tiongkok)," ujar Jokowi saat Peresmian Pembukaan Eksekutif Leadership Program (ELP) bagi direksi BUMN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Dia menuturkan, pertumbuhan ekonomi jauh lebih baik dibanding negara lain. Contohnya, tingkat inflasi ekonomi Indonesia yang dinilainya turun drastis berada di kisaran 4%.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku tidak ingin target pertumbuhan ekonomi tumbuh 6%, sementara inflasi mencapai 9%. Karena itu, target pertumbuhan ekonomi 2017 harus dibangun dengan rasa optimisme yang realistis.

Jokowi memperkirakan pendapatan negara pada 2017 akan mencapai Rp1.700 triliun dengan modal belanja negara mencapai Rp2.800 triliun. "Artinya kita harus optimis dengan angka-angka yang tadi saya sampaikan, kerja kok pesimis untuk apa," ucapnya.

Jokowi melanjutkan, kendati BUMN diminta membangun rasa optimisme kepada masyarakat, namun optimisme tersebut harus didasarkan pada realitas yang terjadi. Situasi ekonomi global dianggap tidak pernah menentu, ekonomi global pernah diguncang krisis di Yunani, anjloknya mata uang China, keluarnya Inggris dalam komunitas Brexit.

Hal tersebut masih ditambah kehadiran pemimpin baru Amerika Serikat di bawah Donald Trump yang memungkinkan terjadinya perubahan kebijakan ekonomi dunia. Maka, Jokowi mengaku tidak pernah pesimis dalam menghadapi perubahan global tersebut.

"Kenapa dengan angka yang sudah diprediksikan seperti itu kita pesimis? Yang ingin saya sampaikan adalah BUMN ini harus berani," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
RI Berpeluang Menjadi...
RI Berpeluang Menjadi Pusat Perkembangan Ekonomi Syariah
Holding Aviasi dan Pariwisata...
Holding Aviasi dan Pariwisata Jadi Instrumen Pemulihan Ekonomi RI
Penerapan New Normal...
Penerapan New Normal Jadi Prioritas Jangka Panjang Ekonomi RI
Erick Thohir: Respons...
Erick Thohir: Respons Dunia Terhadap Proyeksi Ekonomi RI Positif
Erick Cemas Ekonomi...
Erick Cemas Ekonomi RI Anjlok Jika BUMN Punah, Pengamat: Tak Semua Pelat Merah Menguntungkan
Ekonomi RI Ingin Jadi...
Ekonomi RI Ingin Jadi 4 Besar Dunia, Erick Thohir: Kita Butuh Superhero Baru
Berita Terkini
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
23 menit yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
37 menit yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
1 jam yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
1 jam yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
1 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved