Tidak Tegas Soal Koperasi Pandawa, Korban Terus Bertambah

Rabu, 25 Januari 2017 - 23:27 WIB
Tidak Tegas Soal Koperasi...
Tidak Tegas Soal Koperasi Pandawa, Korban Terus Bertambah
A A A
SLEMAN - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dituding tidak tegas dalam kasus Koperasi Pandawa. Karena sampai saat ini, Koperasi Pandawa masih belum dibekukan sehingga banyak 'korban-korban' bermunculan. Peristiwa Kardiyono, debitur Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Ukabima yang dilelang asetnya setelah tak bersedia melunasi hutangnya akibat dibujuk oleh Koperasi Pandawa menjadi bukti.

Ketua Yayasan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Yogyakarta, Kuswintarja Yendra mengungkapkan, Koperasi Pandawa sebenarnya sudah mencuat dua tahun silam. Bahkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI sudah pernah melakukan audiensi dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perbarindo Yogyakarta membicarakan masalah tersebut. Namun sampai saat ini belum ada tindakan yang tegas terkait keberadaan koperasi tersebut.

"Imbasnya ya seperti Pak Kardiyono (nasabah BPR Ukabima) terus bermunculan. Debitur yang lancar terbujuk rayuan Pandawa untuk tidak melunasi utangnya dengan alasan dilunasi oleh Pandawa," tuturnya saat pengundian Tabungan Tamasya, Rabu (25/1/2017).

Selain itu, pihaknya juga sudah melaporkan sepak terjang Koperasi Pandawa ke Polda Yogyakarta sekitar setahun yang lalu. Tetapi sampai saat ini pihaknya belum mengetahui perkembangannya. Pihaknya berharap ada ketegasan dari pemerintah terkait koperasi yang sebenarnya merugikan banyak pihak, tak hanya perbankan tetapi sebenarnya nasabah juga dirugikan.

Meski tidak memiliki data rinci terkait jumlah debitur yang jadi korban Koperasi Pandawa, tetapi berdasarkan informasi yang ia dapat dari Polda Yogyakarta, ternyata 7.000 orang debitur di seluruh Indonesia sudah tergiur bujuk rayu koperasi yang berpusat di Malang ini. Di Yogyakarta sendiri, jumlah debitur yang tergiur Koperasi ini hampir mencapai ratusan.

Perbarindo saat ini berusaha mendorong kepedulian dari pemerintah, baik lokal maupun nasional untuk melakukan tindakan preventif. Caranya melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat terkait koperasi tersebut. Agar tidak ada lagi Kardiyono-kardiyono lain yang menjadi korban koperasi Pandawa.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gelar Talkshow, BPR...
Gelar Talkshow, BPR Hasamitra Ajak Tangkap Peluang Pascapandemi
Yana Mulyana Minta BPR...
Yana Mulyana Minta BPR Fokus Beri Pinjaman ke Nasabah Kecil, Jangan ke Korporasi
Tahun 2022, BPR Hasamitra...
Tahun 2022, BPR Hasamitra Target Kinerja Tumbuh Double Digit
Usung Konsep Community...
Usung Konsep Community Hub, Universal BPR Resmikan Kantor di Tangerang
Kembangkan Bisnis, Dua...
Kembangkan Bisnis, Dua Pendiri KoinWorks Akuisisi BPR
Dapat Kucuran Dana dari...
Dapat Kucuran Dana dari BJB, BPR Kredit Mandiri Berikan Layanan Prima
Berita Terkini
Menutup Kesenjangan...
Menutup Kesenjangan Komunikasi Talenta Indonesia untuk Genjot Kinerja Bisnis di Era AI
7 menit yang lalu
Nasib 2.374 Pekerja...
Nasib 2.374 Pekerja Freeport Menggantung Sembilan Tahun, Said Iqbal Lapor Menaker
1 jam yang lalu
Hadirkan Tokenized Stocks,...
Hadirkan Tokenized Stocks, Tokocrypto Perluas Akses ke Pasar Saham Global
1 jam yang lalu
Rachmat Gobel Meninggal...
Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Menaker: Figur Teladan dalam Mengelola Perusahaan
1 jam yang lalu
Jasa Marga Dukung Implementasi...
Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A
1 jam yang lalu
Mengenang Rachmat Gobel,...
Mengenang Rachmat Gobel, Zulkifli Hasan: Indonesia Kehilangan Sosok Pejuang
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved