Beri Kuliah Umum, HT Gambarkan Kondisi Ekonomi Indonesia
Kamis, 26 Januari 2017 - 17:58 WIB
Beri Kuliah Umum, HT Gambarkan Kondisi Ekonomi Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Chairman & CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, untuk menjadi seorang pengusaha sudah sepatutnya mengetahui lebih dulu seputar kondisi ekonomi negaranya. Hal ini disampaikan saat memberikan kuliah umum bertajuk 'Kewirausahaan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia' di hadapan mahasiswa STIE Tri Bahkti Bekasi.
Dalam kesempatan tersebut, HT menerangkan seputar kewirausahaan serta gambaran tentang perjalanan ekonomi Indonesia mulai tahun 70-an hingga saat ini. "Kenapa saya sampaikan sebab, dalam kewirausahaan atau usaha itu memang kita harus tahu dulu kondisi-kondisi ataupun keadaan ekonomi negaranya terlebih dahulu," jelasnya di Bekasi, Kamis (26/1/2017).
(Baca Juga: HT: Pasar Bebas Hanya Bikin Negara Semakin Miskin)
Lebih lanjut dia menjelaskan kekuatan ekonomi RI pada tahun 70-an, terletak pada sektor komoditas sehingga dikenal sebagai produsen minyak. "Dengan masuknya Indonesia sebagai anggota OPEC. Sempat menjadi negara kuat hingga mendapat julukan sebagai macan Asia lewat kekayaan sumber daya alamnya terutama minyak," terang HT.
Namun demikian, memasuki tahun 80 sampai 90-an kondisi ini berubah, dengan ditandai pelemahan ekonomi yang membuat Indonesia tidak lagi dapat menjadi produsen minyak. Menurut HT beruntung Indonesia masih mampu bertahan melalui pemanfaatan bidang industri.
"Ekonomi yang memanfaatkan industri ini, seiring dengan pertumbuhan penduduk yang pesat sehingga saat itu banyak sekali membuka lapangan kerja bagi masyarakatnya. Hal ini jadi bagian penting membangun ekonomi kita saat itu," jelasnya.
Namun seiring berjalannya waktu itu dan sampai dengan saat ini, diakui HT, kondisi Ekonomi Indonesia sangat mengkhawatirkan. Masalahnya disebabkan negara Indonesia merasa terlena dengan keadaannya pada waktu itu yang sudah merasa kuat sehingga, masuk zona nyaman.
"Jadi saya sampaikan, hindari zona nyaman jika memang ingin maju dan makmur khsusnya, di kewirausahaan jangan sampai kita masuk zona nyaman. Kuncinya, terus bekerja keras dan berusaha jangan gampang puas dengan hasil yang diraih," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, HT menerangkan seputar kewirausahaan serta gambaran tentang perjalanan ekonomi Indonesia mulai tahun 70-an hingga saat ini. "Kenapa saya sampaikan sebab, dalam kewirausahaan atau usaha itu memang kita harus tahu dulu kondisi-kondisi ataupun keadaan ekonomi negaranya terlebih dahulu," jelasnya di Bekasi, Kamis (26/1/2017).
(Baca Juga: HT: Pasar Bebas Hanya Bikin Negara Semakin Miskin)
Lebih lanjut dia menjelaskan kekuatan ekonomi RI pada tahun 70-an, terletak pada sektor komoditas sehingga dikenal sebagai produsen minyak. "Dengan masuknya Indonesia sebagai anggota OPEC. Sempat menjadi negara kuat hingga mendapat julukan sebagai macan Asia lewat kekayaan sumber daya alamnya terutama minyak," terang HT.
Namun demikian, memasuki tahun 80 sampai 90-an kondisi ini berubah, dengan ditandai pelemahan ekonomi yang membuat Indonesia tidak lagi dapat menjadi produsen minyak. Menurut HT beruntung Indonesia masih mampu bertahan melalui pemanfaatan bidang industri.
"Ekonomi yang memanfaatkan industri ini, seiring dengan pertumbuhan penduduk yang pesat sehingga saat itu banyak sekali membuka lapangan kerja bagi masyarakatnya. Hal ini jadi bagian penting membangun ekonomi kita saat itu," jelasnya.
Namun seiring berjalannya waktu itu dan sampai dengan saat ini, diakui HT, kondisi Ekonomi Indonesia sangat mengkhawatirkan. Masalahnya disebabkan negara Indonesia merasa terlena dengan keadaannya pada waktu itu yang sudah merasa kuat sehingga, masuk zona nyaman.
"Jadi saya sampaikan, hindari zona nyaman jika memang ingin maju dan makmur khsusnya, di kewirausahaan jangan sampai kita masuk zona nyaman. Kuncinya, terus bekerja keras dan berusaha jangan gampang puas dengan hasil yang diraih," tegasnya.
(akr)
Lihat Juga :