Menteri Susi Ingin Masyarakat Jadi Nelayan Ketimbang TKI
Jum'at, 27 Januari 2017 - 16:09 WIB
Menteri Susi Ingin Masyarakat Jadi Nelayan Ketimbang TKI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berharap lulusan satuan pendidikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dapat menjadi pelaku utama dan usaha mandiri di sektor kelautan dan perikanan.
"Saya ingin SUPM (Sekolah Usaha Perikanan Menengah) kita tidak memproduksi TKI (Tenaga Kerja Indonesia), apalagi di kapal-kapal ikan asing. Lebih senang jika mereka terjun punya kapal 11 meter," ujar Menteri Susi dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (27/1/2017).
Karena itu, Susi memberikan sejumlah arahan kepada jajarannya untuk dapat menindaklanjuti hal tersebut. "Ditjen Perikanan Tangkap coba tawarkan anak-anak SUPM dan Politeknik kita yang baru lulus untuk jadi nelayan, kasih bantuan. Dia lebih baik mandiri jadi entrepreneur kecil, daripada jadi TKI di kapal ikan asing," kata dia.
Susi meminta untuk memanfaatkan BLU dan para lulusan SUPM akan dimasukkan ke Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) yang dibangun KKP di Morotai, dan di beberapa tempat lainnya.
"Tanya lulusan siapa yang mau jadi nelayan mandiri? Kita kasih kapal, kita jaring mereka jadi wirausaha dan pelaku utama," ujarnya.
Selain itu, menurut Susi, masih banyak keuntungan lainnya bagi para lulusan menjadi nelayan. Salah satunya, untuk menjamin keselamatan profesi nelayan, KKP mengalokasikan anggaran khusus untuk asuransi nelayan.
"Asuransi langsung dapat sebagai nelayan. Dia jadi TKI belum tentu dapat asuransi. Jadi nelayan meninggal di laut dapat Rp200 juta. Yang mau jadi nelayan mandiri berapa orang? Suruh daftar. Itu ide yang saya pikir luar biasa. Mulai tahun depan kita programkan," tutur dia.
Sebagai wadah resmi berbadan hukum, Susi mendorong pelaku utama dan usaha kelautan dan perikanan untuk membentuk koperasi, termasuk bagi lulusan yang ingin menjadi nelayan.
"Bikin saja untuk lulusan koperasi alumni, kita sih bisa, dalam pembinaan BLU kita, supaya mereka tidak gagal sebagai nelayan. Bukankah mereka juga anak-anak nelayan? Anak-anak nelayan yang benar-benar ingin mandiri, kita berikan bantuan, buatkan mereka koperasi. Ditjen PDS (Penguatan Daya Saing) agar memastikan asistensi sampai mereka bikin koperasi dan mau melaut di mana saja. Jadikan mereka nelayan mandiri," tuturnya.
"Saya ingin SUPM (Sekolah Usaha Perikanan Menengah) kita tidak memproduksi TKI (Tenaga Kerja Indonesia), apalagi di kapal-kapal ikan asing. Lebih senang jika mereka terjun punya kapal 11 meter," ujar Menteri Susi dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (27/1/2017).
Karena itu, Susi memberikan sejumlah arahan kepada jajarannya untuk dapat menindaklanjuti hal tersebut. "Ditjen Perikanan Tangkap coba tawarkan anak-anak SUPM dan Politeknik kita yang baru lulus untuk jadi nelayan, kasih bantuan. Dia lebih baik mandiri jadi entrepreneur kecil, daripada jadi TKI di kapal ikan asing," kata dia.
Susi meminta untuk memanfaatkan BLU dan para lulusan SUPM akan dimasukkan ke Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) yang dibangun KKP di Morotai, dan di beberapa tempat lainnya.
"Tanya lulusan siapa yang mau jadi nelayan mandiri? Kita kasih kapal, kita jaring mereka jadi wirausaha dan pelaku utama," ujarnya.
Selain itu, menurut Susi, masih banyak keuntungan lainnya bagi para lulusan menjadi nelayan. Salah satunya, untuk menjamin keselamatan profesi nelayan, KKP mengalokasikan anggaran khusus untuk asuransi nelayan.
"Asuransi langsung dapat sebagai nelayan. Dia jadi TKI belum tentu dapat asuransi. Jadi nelayan meninggal di laut dapat Rp200 juta. Yang mau jadi nelayan mandiri berapa orang? Suruh daftar. Itu ide yang saya pikir luar biasa. Mulai tahun depan kita programkan," tutur dia.
Sebagai wadah resmi berbadan hukum, Susi mendorong pelaku utama dan usaha kelautan dan perikanan untuk membentuk koperasi, termasuk bagi lulusan yang ingin menjadi nelayan.
"Bikin saja untuk lulusan koperasi alumni, kita sih bisa, dalam pembinaan BLU kita, supaya mereka tidak gagal sebagai nelayan. Bukankah mereka juga anak-anak nelayan? Anak-anak nelayan yang benar-benar ingin mandiri, kita berikan bantuan, buatkan mereka koperasi. Ditjen PDS (Penguatan Daya Saing) agar memastikan asistensi sampai mereka bikin koperasi dan mau melaut di mana saja. Jadikan mereka nelayan mandiri," tuturnya.
(izz)
Lihat Juga :