Soal Trump, Pengusaha Imigran Sebut Kehebatan AS Berasal dari Kolaborasi

Sabtu, 28 Januari 2017 - 17:26 WIB
Soal Trump, Pengusaha...
Soal Trump, Pengusaha Imigran Sebut Kehebatan AS Berasal dari Kolaborasi
A A A
CALIFORNIA - Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang melakukan perintah eksekutif dengan memaksa pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko menuai protes, termasuk dari pengusaha imigran yang berada di negeri Paman Sam.

Mengutip dari CNBC, Sabtu (28/1/2017), Francisco Garcia, pemilik perusahaan jasa arsitektur modern mengaku khawatir dengan kebijakan tersebut. Ia mengisahkan sekitar setahun yang lalu memutuskan meluncurkan nama dan desain perusahaannya. Ia pun memilih nama Modern Architecture Services yang disingkat MAS.

Pengusaha 42 tahun yang bermukim di San Diego, California, ini menjelaskan bahwa MAS bukan sekadar akronim, melainkan dalam bahasa ibunya, Spanyol merupakan berarti lebih. “Saya khawatir kebijakan Trump bisa mempengaruhi klien potensial karena perusahaan saya memiliki nama Spanyol. Ini keraguan terbesar saya dimana sebelumnya tidak pernah seragu ini,” ujarnya, seperti dilansir CNBC.

Selain membangun tembok pemisah, kebijakan Trump soal imigrasi dan larangan terhadap pengungsi dan imigran dari negara-negara mayoritas Muslim tertentu, membuat beberapa pengusaha imigran mengaku khawatir.

“Saya percaya bahwa imigran datang dengan nilai-nilai Amerika,” kata Garcia. Ia pun mengatakan bahwa dirinya lahir di Amerika namun dibesarkan di Guadalajara, Meksiko, sampai usia sepuluh tahun. Setelah itu, orang tuanya berimigrasi ke Escondido, California, Amerika untuk mencari peluang lebih baik. Sekarang pemilik bisnis dengan lima karyawan ini kecewa terhadap Trump dengan retorika anti-Meksiko dan anti-imigran.

Ia menilai imigran yang datang ke AS bekerja keras, memiliki akuntabilitas, tekun dan bisa bekerja sama. Sedangkan retorika dan stereotip buruk soal imigran justru adalah penyederhanaan masalah yang membuat semakin rumit.

Sementara itu, data Indeks Kauffman Foundation soal usaha rintisan alias startup pada 2016 menyebut, jumlah pengusaha imigran di AS mencapai 27,5% dari total pengusaha baru di Amerika. Hal ini meningkat hampir dua kali lipat dari tahun 1997. Dan pengusaha keturunan yang lahir di Amerika dan memulai bisnis baru mencapai 0,53% dari total keseluruhan.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan Adnan Durrani, CEO dari American Halal dan Saffron Road, yang menjual makanan organik dan memasok makanannya ke toko-toko nasional di Amerika, termasuk Whole Foods.

Adnan, pengusaha kelahiran Pakistan yang berimigrasi ke AS pada usia lima tahun, juga mengaku khawatir dengan merek perusahaannya yang bernada Timur Tengah. Ia pun menceritakan pengalaman pada 2011, dimana beberapa pelanggan keberatan dengan produknya yang dijual di Whole Foods.

Ia pun mengatakan bahwa produknya ditujukan bagi pelanggan dari semua ras dan agama. “Aku pergi ke CNN selama bulan Ramadhan dan mengatakan kepada semua orang bahwa produk yang dijual mencerminkan keragaman,” katanya. Saat ini Adnan mempekerjakan 28 karyawan.

Dan Adnan mengaku bangga sebagai warga Muslim di Amerika dan ingin berkontribusi bagi Amerika. “Dan kehebatan Amerika berasal dari kolaborasi,” ujarnya.

Meski khawatir dengan kebijakan Trump, Adnan berharap kebiajakan pemotongan pajak perusahaan yang dilakukan Trump, termasuk UKM bisa membantu perusahaan yang dibuat kalangan imigran.

Sementara iti, Garcia mengatakan ia berharap suatu hari bisa bertemu dan berbicara dengan Trump untuk menyampaikan pesan. “Para imigran tidak angkat tangan dan keluar dalam masa kesulitan (ekonomi AS). Kami ingin berkontribusi, kami ingin berintegrasi dan ini membuat kita akan bertahan,” tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Donald Trump Sukses...
Donald Trump Sukses Menundukkan Kaum Oligarki AS, Bagaimana Caranya?
Presiden AS Trump Hadiri...
Presiden AS Trump Hadiri Perayaan Hari Veteran di Pemakaman Nasional Arlington
10 Pengusaha Sukses...
10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis di Usia 50 Tahun ke Atas
Profil Calon Presiden...
Profil Calon Presiden Donald Trump
Dihadiri Pendukung Presiden...
Dihadiri Pendukung Presiden AS Donald Trump, Unjuk Rasa Anti Trump Berlangsung Memanas
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Berita Terkini
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
11 menit yang lalu
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
29 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
52 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
1 jam yang lalu
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
2 jam yang lalu
Sakha Coffee Perluas...
Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Lokal, Penjualan Digital Tumbuh 60%
2 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved