Industri Pulp dan Kertas Indonesia Diproyeksi Tumbuh 4%

Senin, 30 Januari 2017 - 17:24 WIB
Industri Pulp dan Kertas...
Industri Pulp dan Kertas Indonesia Diproyeksi Tumbuh 4%
A A A
JAKARTA - Industri pulp dan kertas Indonesia diproyeksi tumbuh sebesar 3%-4% per tahun, sehingga ekspor diprediksi akan meningkat. Hal ini membuat peluang Indonesia untuk menduduki peringkat ke-5 di dunia menjadi sangat besar.

"Produk kertas kita dari tahun ke tahun meningkat namun harganya akhir-akhir ini menurun, sehingga devisa kita agak sedikit menurun. Namun, permintaan pasar kertas dan pulp dunia masih meningkat 2%. Kita memproyeksikan pertumbuhan 3%-4% per tahun," ujar Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Aryan Warga Dalam usai Pengukuhan Kepengurusan APKI 2017 di Jakarta, Senin (30/1/2017).

Menurutnya, peluang industri pulp dan kertas untuk menduduki peringkat ke-5 juga didukung adanya keunggulan kompetitif, yaitu letak geografis Indonesia, potensi luas izin hutan tanaman industri (HTI) dan kecepatan tumbuh pohon sebagai sumber bahan baku terbarukan.

"Industri pulp dan kertas Indonesia memberikan kontribusi terhadap devisa negara sekitar USD5,3 miliar pada 2015. Indonesia menduduki peringkat ke-6 di dunia untuk produksi kertas serta peringkat ke-10 di dunia untuk produksi pulp pada 2015," ungkapnya.

Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto mengatakan, posisi industri pulp dan kertas nasional cukup terkemuka di dunia internasional. Saat ini Indonesia menempati peringkat ke-9 sebagai produsen pulp terbesar di dunia, sedangkan industri kertasnya menduduki peringkat 6.

"Ke depan, Indonesia dianggap sebagai salah satu negara yang masih dimungkinkan untuk mengembangkan industri pulp dan kertasnya, di samping beberapa negara di Amerika Latin dan Asia Timur," jelasnya.

PaDia menuturkan, saat ini jumlah industri pulp dan kertas nasional sebanyak 84 perusahaan dengan kapasitas nasional terpasang berturut-turut sebesar 7,93 juta ton pulp/tahun dan 12,98 juta ton kertas/tahun.

Dalam waktu dekat, kapasitas nasional terpasang industri pulp akan meningkat menjadi 10,43 juta ton/tahun melalui tambahan kapasitas sebesar 2,5 juta ton pulp per tahun dari PT OKI di Sumatera Selatan yang akan berproduksi secara komersial mulai Februari 2017.

"Beberapa proyek industri pulp dan kertas lainnya segera menyusul, yaitu Unit produksi kertas tissue PT OKI dengan kapasitas 500.000 ton/tahun yang diperkirakan akan mulai berproduksi pada Juni 2018. Di samping itu, juga ada proyek PT Sateri Viscose International (PT SVI) di Pelalawan Riau, yang akan memproduksi dissolving pulp untuk rayon dan digital paper," paparnya.

Hingga September 2016, peranan industri pulp dan kertas dalam perolehan devisa sebesar USD3,79 miliar atau menduduki peringkat ke-7 sebagai penyumbang devisa terbesar dari sektor nonmigas. Industri pulp dan kertas juga menyerap lebih kurang 260.000 tenaga kerja langsung dan 1,1 juta tenaga kerja tidak langsung.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Pulp dan Kertas...
Industri Pulp dan Kertas Dikembangkan dengan Prinsip Green Consumerism
Pelaku Industri Pulp...
Pelaku Industri Pulp dan Kertas Siap Hadapi Ketidakpastian Global
Solusi Digital Pacu...
Solusi Digital Pacu Kinerja Industri Pulp dan Kertas Lebih Optimal
Dukung Program Kampus...
Dukung Program Kampus Merdeka, Mahasiswa Magang di Industri Pulp dan Kertas
Dukung Pertumbuhan Ekonomi,...
Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Kontribusi Ekspor Industri Pulp dan Kertas Capai USD8,28 Miliar
APKI Tunjuk Suhendra...
APKI Tunjuk Suhendra Wiriadinata Pimpin Asosiasi hingga Akhir 2026
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
20 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
57 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved