Pelaku Industri Pulp dan Kertas Siap Hadapi Ketidakpastian Global
Rabu, 14 Desember 2022 - 22:14 WIB
loading...
Rapat kerja Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI). Industri Pulp dan Kertas (IPK) lakukan antisipasi kondisi ekonomi global 2023 dengan mengidentifikasi dan menganalisa isu-isu global.
A
A
A
JAKARTA - Industri Pulp dan Kertas (IPK) menyatakan ada sejumlah ancaman yang berpotensi mempengaruhi kinerja sektor tersebut di tengah ketidakpastian global . Ancaman tersebut seperti isu sirkular ekonomi, environment social governance (ESG), energi dan perubahan iklim yang mempengaruhi struktur perekonomian global.
Ketua Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Liana Bratasida mengatakan, salah satu cara untuk memitigasi adanya risiko, pihaknya telah melakukan antisipasi kondisi ekonomi global 2023 dengan mengidentifikasi dan menganalisa isu-isu global.
Untuk itu, lanjut Liana, perlu dilakukan penguatan terhadap industri strategis nasional, melakukan berbagai program dalam transisi energi dan ekonomi hijau seperti yang telah tertuang dalam deklarasi G20 di Bali.
“Di tengah-tengah pertumbuhan ekonomi global yang melambat, kita perlu tetap optimistis terlebih-lebih melihat laju pertumbuhan IPK yang masih menunjukkan pertumbuhan yang positif,” kata Liana dalam konferensi pers secara daring, Rabu (14/12/2022).
(Baca juga:Luhut Sebut Ketidakpastian Ekonomi Global Dibayangi Perang Nuklir)
Ketua Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Liana Bratasida mengatakan, salah satu cara untuk memitigasi adanya risiko, pihaknya telah melakukan antisipasi kondisi ekonomi global 2023 dengan mengidentifikasi dan menganalisa isu-isu global.
Untuk itu, lanjut Liana, perlu dilakukan penguatan terhadap industri strategis nasional, melakukan berbagai program dalam transisi energi dan ekonomi hijau seperti yang telah tertuang dalam deklarasi G20 di Bali.
“Di tengah-tengah pertumbuhan ekonomi global yang melambat, kita perlu tetap optimistis terlebih-lebih melihat laju pertumbuhan IPK yang masih menunjukkan pertumbuhan yang positif,” kata Liana dalam konferensi pers secara daring, Rabu (14/12/2022).
(Baca juga:Luhut Sebut Ketidakpastian Ekonomi Global Dibayangi Perang Nuklir)
Lihat Juga :