Strategi Kementerian PUPR Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Energi

Selasa, 31 Januari 2017 - 11:42 WIB
Strategi Kementerian...
Strategi Kementerian PUPR Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Energi
A A A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan akan membangun 65 bendungan di Indonesia hingga 2019. Hal ini demi meningkatkan ketahanan pangan dan ketahanan energi di Indonesia.

(Baca: Indonesia Economic Outlook 2017 Mengusung Tema Optimisme)

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, tingkat ketahanan air di Indonesia sangat berkorelasi dengan ketahanan pangan dan ketahanan energi di Indonesia. Sayangnya, saat ini tingkat penampungan air per kapita di Indonesia hanya 63 meter kubik (m3) per kapita per tahun.

"Ketahanan air kita masih sangat rendah. Penampungan air per kapita hanya 63 m3 per kapita per tahun," katanya dalam acara Indonesia Economic Outlook 2017 yang diselenggarakan KORAN SINDO dan SINDOnews.com di Pullman Hotel, Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Menurutnya, tingkat penampungan air yang ideal sejatinya 1.600 m3 per kapita per tahun. Artinya, tingkat ketahanan air Indonesia masih jauh dari ideal.

Karena itu, pemerintah pun akan berusaha untuk meningkatkan ketahanan air di Indonesia. Namun, tidak langsung membuatnya lompat menjadi 1.600 m3 per kapita per hari, melainkan perlahan mulai dari 150 m3.

(Baca: Infrastruktur Jadi Tonggak Perekonomian Indonesia)

"Jadi, kita akan capai minimumnya dulu yaitu 150 m3. Untuk memenuhi kebuthan pangan kita. Target ini dihitung dari tingkat mengonsumsi beras di Indonesia yang paling tinggi di dunia, 135 kg per kapita per tahun, lauk 25 kg per orang per tahun, kebutuhan hidup minimum 150 liter per hari," imbuh dia.

Arie menilai, investasi yang dibutuhkan untuk membangun ketahanan air tersebut cukup besar. Diperkirakan, untuk satu reservoir saja per m3 dibutuhkan Rp25.000. "Kita punya Rp19 miliar, dan rata-ratanya baru 63 m3. kalau 150 m3, artinya kan dua kali lipat," tuturnya.

Dia menambahkan, Kementerian PUPR juga akan melakukan rehabillitasi terhadap 3 juta hektare (ha) jaringan irigasi di Indonesia. Rehabilitasi menjadi pilihan pemerintah karena untuk membangun jaringan irigasi baru akan membutuhkan waktu cukup lama.

"Irigasi baru agak lama karena ada perubahan budaya, tidak semua masyarakat Indonesia biasa bertani. Riau dan Jambi mereka lebih biasa berkebun. Tapi kalau dengan 3 juta ha kita rehab responnya cepat," tandasnya.

Baca Juga:

Ketidakpastian Global Jadi Tantangan dan Peluang Ekonomi RI 2017
Pemerintah Sebut Investasi Terpusat di Jawa Tak Sehat
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran...
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran yang Ramah Lingkungan dan Humanis
PUPR Perpanjang Masa...
PUPR Perpanjang Masa Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Venues PON
Dukung Pemulihan Ekonomi,...
Dukung Pemulihan Ekonomi, Menteri Basuki Target Jembatan Sei Rampung 2021
Pemulihan Jayapura dan...
Pemulihan Jayapura dan Wamena, PUPR Gandeng BUMN Karya dan Kontraktor Lokal
Menteri Basuki Perbaiki...
Menteri Basuki Perbaiki 2.000 Rumah Tidak Layak Huni di Bengkulu
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Menteri Basuki Optimalkan Infrastruktur Tampungan Air
Berita Terkini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
21 menit yang lalu
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
9 jam yang lalu
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
11 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
12 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
12 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
12 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved