Rupiah Diramal Menguat Seiring Momentum Kembali Lesunya USD
Rabu, 01 Februari 2017 - 08:41 WIB
Rupiah Diramal Menguat Seiring Momentum Kembali Lesunya USD
A
A
A
JAKARTA - Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memperkirakan laju rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini akan menguat, lantaran USD masih terlihat melemah terhadap beberapa mata uang dunia lainnya.
"Harapan kami masih sama, di mana kami harapkan rupiah terbatas penurunannya sehingga dapat kembali menguat seiring momentum kembali melemahnya laju USD," kata di Jakarta, Rabu (1/2/2017).
Meski demikian, pihaknya tetap meminta untuk mencermati berbagai sentimen yang akan memengaruhi perubahan pada laju rupiah. "Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran support Rp13.358/USD dan resisten Rp13.324/USD," ujar Reza.
Dia menerangkan, kemarin atau sehari menjelang akan dirilisnya data inflasi, pergerakan rupiah cenderung berbalik melemah. Namun demikian, pelemahan yang terjadi cenderung tipis seiring sikap menahan diri pelaku pasar terhadap sentimen yang ada, terutama dari rilis inflasi tersebut.
Sementara itu, dari sisi pergerakan laju USD di pasar spot Asia cenderung melemah seiring respons negatif pelaku pasar terhadap ketidakpastian kebijakan Presiden Donald Trump. Pasar tampaknya mencoba mendiskontokan sentimen masa depan ekonomi AS dan hubungan dagang dengan negara-negara lainnya dengan kebijakan Trump saat ini, di mana nantinya akan berpengaruh pada ekonomi AS dan prospek mata uangnya.
Ditambah lagi, lanjut dia, dengan perkiraan The Fed masih akan mempertahankan suku bunganya dalam rapat FOMC bulan ini. Karena minimnya sentiment itulah yang membuat rupiah turun tipis meski laju USD juga tidak berpotensi naik.
"Harapan kami masih sama, di mana kami harapkan rupiah terbatas penurunannya sehingga dapat kembali menguat seiring momentum kembali melemahnya laju USD," kata di Jakarta, Rabu (1/2/2017).
Meski demikian, pihaknya tetap meminta untuk mencermati berbagai sentimen yang akan memengaruhi perubahan pada laju rupiah. "Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran support Rp13.358/USD dan resisten Rp13.324/USD," ujar Reza.
Dia menerangkan, kemarin atau sehari menjelang akan dirilisnya data inflasi, pergerakan rupiah cenderung berbalik melemah. Namun demikian, pelemahan yang terjadi cenderung tipis seiring sikap menahan diri pelaku pasar terhadap sentimen yang ada, terutama dari rilis inflasi tersebut.
Sementara itu, dari sisi pergerakan laju USD di pasar spot Asia cenderung melemah seiring respons negatif pelaku pasar terhadap ketidakpastian kebijakan Presiden Donald Trump. Pasar tampaknya mencoba mendiskontokan sentimen masa depan ekonomi AS dan hubungan dagang dengan negara-negara lainnya dengan kebijakan Trump saat ini, di mana nantinya akan berpengaruh pada ekonomi AS dan prospek mata uangnya.
Ditambah lagi, lanjut dia, dengan perkiraan The Fed masih akan mempertahankan suku bunganya dalam rapat FOMC bulan ini. Karena minimnya sentiment itulah yang membuat rupiah turun tipis meski laju USD juga tidak berpotensi naik.
(izz)