Kenaikan Biaya Urus STNK Kerek Inflasi Januari 2017

Rabu, 01 Februari 2017 - 12:51 WIB
Kenaikan Biaya Urus...
Kenaikan Biaya Urus STNK Kerek Inflasi Januari 2017
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengemukakan bahwa, kenaikan biaya urus Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) menjadi salah satu penyebab inflasi periode Januari 2017. Angka inflasi pada awal 2017 di level 0,97% lebih tinggi dibanding Januari 2015 dan Januari 2016 yang masing-masing deflasi 0,24% dan inflasi 0,51%.

(Baca Juga: Inflasi Januari 2017 Capai 0,97%, Tertinggi sejak 2015)

Kepala BPS Suharyanto mengungkapkan, sektor transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan memiliki andil terbesar inflasi Januari 207. Salah satunya yakni, kenaikan biaya STNK yang menyumbang inflasi sebesar 0,23%.

"0,43% untuk transport, komunikasi, dan jasa keuangan atau sumbangannya 44%. Apa saja penyebabnya? Ada beberapa catatan, ada beberapa komoditas yang berikan sumbangan inflasi tinggi untuk transport, yakni biaya perpanjangan STNK. Biaya admin naik sehingga andilnya 0,23%," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Selain itu, kenaikan tarif pulsa ponsel dan harga bahan bakar minyak (BBM) pada periode ini juga menyebabkan angka inflasi periode ini cukup tinggi. Sumbangannya masing-masing sebesar 0,14% dan 0,08%. "Inflasi tertinggi di sektor ini karena ada kenaikan biaya admin STNK, tarif pulsa, dan BBM," imbuh dia.

Selanjutnya, inflasi Januari 2017 juga disumbangkan oleh sektor perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar. Menurutnya, ada beberapa komoditas dari sektor ini yang menyumbang inflasi, di antaranya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan tarif sewa rumah.

"Ada beberapa komoditas yang menyumbang inflasi, seperti tarif listrik. Kita tahu bahwa ada penyesuaian tarif daya 900 VA. Tarif ada 0,19%, dan tarif sewa rumah 0,04%," lanjutnya.

Suharyanto menambahkan, penyebab inflasi lainnya adalah bersumber dari bahan makanan yang memiliki andil sebesar 0,66%. Dia menuturkan, penyumbang inflasi dari sektor ini adalah kenaikan harga cabai rawit yang memiliki andil 0,10% dan ikan segar sebesar 0,07%.

"Kalau dilihat menurut komponennya, seperti diduga bahwa inflasi Januari 2017 ini dipengaruhi oleh administered prices. Dengan inflasi umum 0,97% maka inflasi untuk admin prices adalah 2,57%. Sudah saya sebutkan kenapa tinggi ada 4: kenaikan STNK, penyesuaian tarif listrik untuk daya 900 VA, ada penyesuaian BBM, dan rokok. Itu menyebabkan admin prices 2,57%," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Usai Deflasi Beruntun,...
Usai Deflasi Beruntun, Bulan Oktober 2020 Kembali Inflasi 0,07%
BPS Catat Inflasi 0,28...
BPS Catat Inflasi 0,28 Persen pada November 2020
Inflasi September 2025...
Inflasi September 2025 Capai 0,21%, Berikut Komoditas Pendorongnya
BPS: Deflasi Juni Cetak...
BPS: Deflasi Juni Cetak Rekor Tertinggi Perdana di 2021
Deflasi Kembali Terjadi...
Deflasi Kembali Terjadi di Agustus 2020, BPS Catat Sebesar 0,05%
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
2 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
3 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
3 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
4 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
4 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
4 jam yang lalu
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved