Rupiah Ditutup Terkapar, USD Balik Hantam Yen

Rabu, 01 Februari 2017 - 17:06 WIB
Rupiah Ditutup Terkapar,...
Rupiah Ditutup Terkapar, USD Balik Hantam Yen
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup tepar setelah USD berhasil menguat terhadap beberapa mata uang utama meski tidak terlalu besar.

Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini ditutup di level Rp13.367/USD, atau semakin memburuk dari posisi kemarin yang ditutup di level Rp13.348/USD. Rupiah bergerak dengan kisaran harian Rp13.333-Rp13.385/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah juga menguat terhadap USD ke level Rp13.370/USD dibanding penutupan kemarin di level Rp13.355/USD.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah berakhir pada level Rp13.368/USD atau stabil dari penutupan sebelumnya di level Rp13.369/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran level Rp13.340-Rp13.384/USD.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.349/USD. Posisi ini melemah dari posisi penutupan kemarin di level Rp13.343/USD.

Seperti dilansir CNBC, Rabu (1/2/2017) USD berhasil naik tipis terhadap beberapa mata uang utama. Di mana, USD naik 0,4% terhadap yen ke level 113,260 setelah semalam jatuh ke level terendah dalam dua bulan di posisi 112,080.

Euro terhadap USD melemah 0,1% ke level 1,0791 menyusul kenaikan hari sebelumnya ke puncak tertinggi dalam tujuh pekan dari level 1,0812.

Mata uang umum kemarin naik setelah Navarro mengatakan kepada Financial Times bahwa Jerman menggunakan "terlalu undervalued" euro untuk mendapatkan keuntungan lebih dari Amerika Serikat dan mitranya sendiri Uni Eropa.

Indeks USD terhadap beberapa mata uang utama naik 0,2% ke level 99,705 setelah jatuh hampir 1% semalam ke level terendah sejak 8 Desember. Adanya kebingungan oleh faktor termasuk retorika perdagangan proteksionis Trump dan sikap keras pada migrasi, indeks USD kehilangan 2,6% pada Januari.

Mata uang China yuan justru naik 0,1% setelah pada hari sebelumnya sempat naik sekitar 0,4%. Dolar Australia turun 0,25% terhadap USD ke posisi 0,7570, kehilangan momentum setelah tiga hari menguat.

Sementara, dolar Selandia Baru naik 0,6% terhadap USD ke level 0,7275 setelah tingkat pengangguran melonjak dan pertumbuhan upah tetap melamban.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
19 menit yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
39 menit yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
1 jam yang lalu
Dirut Himbara Dikumpulin...
Dirut Himbara Dikumpulin Dasco Bersama Mensesneg, Bahas Apa?
2 jam yang lalu
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
2 jam yang lalu
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
2 jam yang lalu
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved