USD Jatuh, Rupiah Sore Ini Berakhir Hanya Naik Tipis
Kamis, 02 Februari 2017 - 17:12 WIB
USD Jatuh, Rupiah Sore Ini Berakhir Hanya Naik Tipis
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup menguat tipis, tidak bisa memanfaatkan kondisi USD yang tercatat melemah terhadap beberapa mata uang utama laiannya.
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini ditutup bertengger di level Rp13.350/USD, atau menguat dari posisi kemarin yang ditutup di level Rp13.367/USD. Rupiah bergerak dengan kisaran harian Rp13.329-Rp13.375/USD.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah berakhir pada level Rp13.351/USD atau menguat dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.368/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran level Rp13.347-Rp13.386/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah mendatar di level Rp13.370/USD atau sama dari posisi kemarin.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.374/USD. Posisi ini jauh melemah dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.349/USD.
Seperti dilansir dari CNBC, Kamis (2/2/2017), USD jatuh ke titik terendah sejak pertengahan November setelah Federal Reserve (The Fed) mengecewakan bagi investor yang berharap adanya tanda-tanda jelas dari kenaikan suku bunga pada Maret. Sementara dolar Australia menguat setelah data perdagangan surplus dan mencapai rekor.
Pasar uang telah menunjukkan peluang hingga 20% bahwa kenaikan tarif AS akan terjadi bulan depan tapi itu tergelincir 15% meskipun The Fed mengirim pesan secara luas yang optimistis terhadap perekonomian.
Bahasa agresif dari Amerika Serikat terhadap Iran dan kesepakatan pengungsi dengan Australia juga fokus kembali pada risiko geopolitik dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump daripada ekspektasi inflasi yang lebih tinggi yang mendominasi pemikiran awal.
USD telah jatuh terus sejak The Fed menaikkan suku Desember. Kekhawatiran atas bentuk yang lebih luas dari kebijakan di bawah presiden baru dan petunjuk dari keinginannya untuk USD yang lemah telah berbalik.
Indeks USD mencapai level terendah dalam 12 pekan pada awal perdagangan Eropa. USD terhadap yen turun 0,6% menjadi 112,62, bergerak lebih dekat ke level rendah pada Selasa kemarin di posisi 112,08.
Euro terhadap USD mencapai level tertinggi dalam delapan pekan setinggi 1,0819. Aussie sendiri naik 1% didorong oleh pemulihan ekspor pada kuartal keempat atau surplus.
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini ditutup bertengger di level Rp13.350/USD, atau menguat dari posisi kemarin yang ditutup di level Rp13.367/USD. Rupiah bergerak dengan kisaran harian Rp13.329-Rp13.375/USD.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah berakhir pada level Rp13.351/USD atau menguat dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.368/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran level Rp13.347-Rp13.386/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah mendatar di level Rp13.370/USD atau sama dari posisi kemarin.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.374/USD. Posisi ini jauh melemah dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.349/USD.
Seperti dilansir dari CNBC, Kamis (2/2/2017), USD jatuh ke titik terendah sejak pertengahan November setelah Federal Reserve (The Fed) mengecewakan bagi investor yang berharap adanya tanda-tanda jelas dari kenaikan suku bunga pada Maret. Sementara dolar Australia menguat setelah data perdagangan surplus dan mencapai rekor.
Pasar uang telah menunjukkan peluang hingga 20% bahwa kenaikan tarif AS akan terjadi bulan depan tapi itu tergelincir 15% meskipun The Fed mengirim pesan secara luas yang optimistis terhadap perekonomian.
Bahasa agresif dari Amerika Serikat terhadap Iran dan kesepakatan pengungsi dengan Australia juga fokus kembali pada risiko geopolitik dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump daripada ekspektasi inflasi yang lebih tinggi yang mendominasi pemikiran awal.
USD telah jatuh terus sejak The Fed menaikkan suku Desember. Kekhawatiran atas bentuk yang lebih luas dari kebijakan di bawah presiden baru dan petunjuk dari keinginannya untuk USD yang lemah telah berbalik.
Indeks USD mencapai level terendah dalam 12 pekan pada awal perdagangan Eropa. USD terhadap yen turun 0,6% menjadi 112,62, bergerak lebih dekat ke level rendah pada Selasa kemarin di posisi 112,08.
Euro terhadap USD mencapai level tertinggi dalam delapan pekan setinggi 1,0819. Aussie sendiri naik 1% didorong oleh pemulihan ekspor pada kuartal keempat atau surplus.
(izz)