Laba Shell Terbebani Usai Akuisisi BG Group

Kamis, 02 Februari 2017 - 19:20 WIB
Laba Shell Terbebani...
Laba Shell Terbebani Usai Akuisisi BG Group
A A A
LONDON - Laba Royal Dutch Shell pada tahun lalu kembali tertekan oleh kebijakan pengambilalihan perusahaan energi BG Group serta kinerja yang melambat dari sektor minyak dan gas. Keuntungan perusahaan minyak terbesar asal Inggris, Shell mengalami penyusutan pada 2016 menjadi USD3,5 miliar dibandingkan sebelumnya USD3,8 miliar.

(Baca Juga: Shell Jual Aset Senilai USD3,8 Miliar demi Pangkas Utang)

Seperti dilansir BBC, Kamis (2/2/2017) di kuartal terakhir tahun kemarin, keuntungan Shell berkurang hingga USD1 miliar dari USD1,8 miliar untuk periode yang sama tahun sebelumnya. Meski begitu pemegang saham tetap yakin, bila melihat kekuatan yang mendasari perusahaan.

Chief Executive Shell Ben van Beurden mengatakan apa yang terjadi pada kuartal keempat tahun lalu sebagian besar akibat dari kebijakan akuisisi BG Group dan posisi dalam perpajakan. Dia menerangkan bahwa pengeluaran Shell hampir sekitar setengah miliar dolar dari kondisi yang buruk untuk unit perdagangan.

Shell tidak hanya dilabeli sebagai perusahaan minyak, tapi juga pembayar dividen terbesar. Van Beurden menambahkan aliran kas selama kuartal terakhir telah mencapai USD9 miliar yang mayoritas mencakup dari pembayaran dividen dan perusahan juga telah mampu membayar utang senilai USD4,5 miliar.

Beberapa analis mengkhawatirkan Shell akan melakukan pinjaman untuk menyehatkan keuangan mereka. Seperti diketahui sebelumnya perusahaan berlambang kerang kuning tersebut memastikan proses pembelian perusahaan minyak asal Inggris, BG Group senilai 47 miliar poundsterling. Kebijakan tersebut sempat dipertanyakan, ketika harga minyak dunia berada di bawah tekanan.

Meski begitu perusahaan menilai akuisisi tersebut akan memperkuat posisi Shell saat sektor energi terpukul akibat penurunan harga minyak dunia. Kesepakatan secara tunai dan saham itu telah disetujui dewan BG. Perusahaan asal Inggris tersebut memiliki posisi kuat di sektor gas alam cair (liquefied natural gas /LNG), sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan batu bara dan nuklir.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Shell Bangun Pabrik...
Shell Bangun Pabrik Gemuk Terbesar Ketiga di Dunia di Bekasi
Mahasiswa Indonesia...
Mahasiswa Indonesia Bersiap Mengukir Prestasi di Shell Eco-marathon Qatar 2025
Shell Tegaskan Zat Aditif...
Shell Tegaskan Zat Aditif Bukan untuk Sulap Oktan BBM
3 Cara Mencari SPBU...
3 Cara Mencari SPBU Shell Terdekat, Mudah dan Praktis
1.800 Mekanik Ikuti...
1.800 Mekanik Ikuti Program Shell Master Mechanic 2025
Stok BBM SPBU Shell...
Stok BBM SPBU Shell Masih Kosong
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp25.000 per Gram, Simak Rinciannya
46 menit yang lalu
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
1 jam yang lalu
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
1 jam yang lalu
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
3 jam yang lalu
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
12 jam yang lalu
IHSG Awal Juni Diprediksi...
IHSG Awal Juni Diprediksi Rawan Koreksi, Investor Cermati Data Inflasi hingga Aturan DHE SDA
14 jam yang lalu
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved