Yen Keok Lawan USD, Rupiah Akhir Pekan Dibuka Terapresiasi
Jum'at, 03 Februari 2017 - 10:19 WIB
Yen Keok Lawan USD, Rupiah Akhir Pekan Dibuka Terapresiasi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka menguat tipis melanjutkan penutupan kemarin yang berakhir menghijau. Kondisi rupiah pagi ini di tengah melemahnya yen terhadap USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.362/USD. Posisi ini menguat dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.374/USD.
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance dibuka mendatar di level Rp13.350/USD dari posisi penutupan kemarin. Namun pada pukul 10.11 WIB menguat tajam ke level Rp13.328/USD dengan kisaran Rp13.328-Rp13.368/USD.
Data Bloomberg pagi ini rupiah dibuka di level Rp13.370/USD atau melemah dari posisi penutupan kemarin Rp13.351/USD. Namun, pada pukul 10.12 WIB bergerak ke level Rp13.361/USD dengan kisaran pada level Rp13.338-Rp13.381/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah berada di level Rp13.398/USD atau jauh memburuk dari penutupan sebelumnya di level Rp13.370/USD.
Seperti dikutip dari Reuters hari ini, USD istirahat sejenak di perdagangan Asia awal pagi ini dan siap siap untuk kerugian mingguan akrena investor menunggu data ketenagakerjaan AS sebagai petunjuk Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga.
Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama naik tipis 0,1% menjadi 99,867, di jalur untuk penurunan 0,6% selama sepekan.
USD mulai naik setelah pemilu AS dimenangkan Donald Trump pada 8 November 2016 pada ekspektasi bahwa kebijakan stimulus itu akan mendorong pertumbuhan dan inflasi. Tapi kebijakan proteksionis Trump dan terkait imigrasi telah membuat USD sedikit melemah.
"Dolar telah ditarik ke bawah oleh rasa takut di pasar, mengingat semua berita utama. Terutama tentang Iran," kata Jennifer Vail, kepala penelitian pendapatan tetap untuk Bank US Wealth Management di Portland, Oregon.
USD terhadap yen naik tipis 0,1% menjadi 112,94 setelah merosot ke level 112,05. Nilai ini terendah sejak akhir November atau jatuh 1,9% untuk pekan ini.
Sementara, euro terhadap USD tercatat stabil ke level 1,0758, setelah naik setinggi level 1,0829 semalam, puncak paling tinggi sejak 8 Desember.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.362/USD. Posisi ini menguat dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.374/USD.
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance dibuka mendatar di level Rp13.350/USD dari posisi penutupan kemarin. Namun pada pukul 10.11 WIB menguat tajam ke level Rp13.328/USD dengan kisaran Rp13.328-Rp13.368/USD.
Data Bloomberg pagi ini rupiah dibuka di level Rp13.370/USD atau melemah dari posisi penutupan kemarin Rp13.351/USD. Namun, pada pukul 10.12 WIB bergerak ke level Rp13.361/USD dengan kisaran pada level Rp13.338-Rp13.381/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah berada di level Rp13.398/USD atau jauh memburuk dari penutupan sebelumnya di level Rp13.370/USD.
Seperti dikutip dari Reuters hari ini, USD istirahat sejenak di perdagangan Asia awal pagi ini dan siap siap untuk kerugian mingguan akrena investor menunggu data ketenagakerjaan AS sebagai petunjuk Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga.
Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama naik tipis 0,1% menjadi 99,867, di jalur untuk penurunan 0,6% selama sepekan.
USD mulai naik setelah pemilu AS dimenangkan Donald Trump pada 8 November 2016 pada ekspektasi bahwa kebijakan stimulus itu akan mendorong pertumbuhan dan inflasi. Tapi kebijakan proteksionis Trump dan terkait imigrasi telah membuat USD sedikit melemah.
"Dolar telah ditarik ke bawah oleh rasa takut di pasar, mengingat semua berita utama. Terutama tentang Iran," kata Jennifer Vail, kepala penelitian pendapatan tetap untuk Bank US Wealth Management di Portland, Oregon.
USD terhadap yen naik tipis 0,1% menjadi 112,94 setelah merosot ke level 112,05. Nilai ini terendah sejak akhir November atau jatuh 1,9% untuk pekan ini.
Sementara, euro terhadap USD tercatat stabil ke level 1,0758, setelah naik setinggi level 1,0829 semalam, puncak paling tinggi sejak 8 Desember.
(izz)