BEI Targetkan 250.000 Investor Aktif di Pasar Modal
Jum'at, 03 Februari 2017 - 17:01 WIB
BEI Targetkan 250.000 Investor Aktif di Pasar Modal
A
A
A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun ini menargetkan 250.000 investor yang aktif melakukan transaksi di pasar saham. Hingga saat ini yang tercatat hanya ada 180.000 investor yang aktif melakukan transaksi, dimana angka tersebut hanya mencapai sepertiga dari total 530.000 investor saham.
"Tahun ini kami akan bekerja keras untuk meningkatkan jumlah investor aktif hingga mencapai 250.000 orang," kata Direktur Pengembangan BEI, Nicky Hogan kepada sejumlah media di Jakarta, Jumat (3/2/2017).
Untuk itu kedepannya BEI akan terus melakukan kampanye dan melakukan edukasi terhadap investor dan calon investor. Hal tersebut terbukti bisa menambah 100.000 investor baru dari total 550.000 investor saham di 2016.
"Kampanye yang kami lakukan tidak hanya bersifat edukasi tapi juga inklusi artinya seseorang yang telah mendapatkan pengetahuan tentang pasar modal kami dorong untuk langsung menjadi investor," papar Nicky.
Dia menekankan, kampanye 'Yuk Nabung Saham' yang dijalankan BEI sejak 2015 lalu telah mampu mendorong peningkatan jumlah investor baru. Hal ini tentunya diharapkan dapat menggenjot jumlah investor agar bisa lebih maksimal di masa-masa mendatang.
"Kampanye aktif juga dilakukan melalui Sekolah Pasar Modal (SPM) yang bekerja sama dengan 20 Anggota Bursa (AB). Menariknya, investor baru kebanyakan berusia muda di usia 20-40 tahun yang aktif melakukan transaksi harian," pungkas Nicky.
Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Satrio Utomo menyatakan setelah beberapa tahun ke belakang mengalami penurunan, dia memprediksi saham perbankan menunjukkan prospek perbaikan di tahun ini.
Berdasarkan catatannya, harga saham perbankan sejak 2012 dihitung berdasarkan range. Harga saham rata-rata perbankan masih berada di level tengah agak ke bawah, tapi belum berada di level terendah.
"Contohnya posisi BNI mereka kan tidak menambah pencadangan. Itu sepertinya menunjukkan tren kekhawatiran pada sektor perbankan sudah berkurang. Sekarang tinggal menunggu, begitu orang yakin dengan saham perbankan, maka harganya rebound," tuturnya.
Ditempat yang sama, Presiden Direktur BNI Securities Adiyasa Suhadibroto memproyeksikan, ada dua saham yang saling berkesinambungan tahun ini, pertama infrastruktur dan kedua, perbankan. Hal ini sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang terus ditingkatkan tahun ini.
"Saya lihat perusahaan BUMN masih bagus, BUMN punya modal yang besar, karena proyek yang dikerjakannya sangat besar tentu dibutuhkan investor besar juga. Khususnya sektor perbankan dan infrastruktur," terang dia.
"Tahun ini kami akan bekerja keras untuk meningkatkan jumlah investor aktif hingga mencapai 250.000 orang," kata Direktur Pengembangan BEI, Nicky Hogan kepada sejumlah media di Jakarta, Jumat (3/2/2017).
Untuk itu kedepannya BEI akan terus melakukan kampanye dan melakukan edukasi terhadap investor dan calon investor. Hal tersebut terbukti bisa menambah 100.000 investor baru dari total 550.000 investor saham di 2016.
"Kampanye yang kami lakukan tidak hanya bersifat edukasi tapi juga inklusi artinya seseorang yang telah mendapatkan pengetahuan tentang pasar modal kami dorong untuk langsung menjadi investor," papar Nicky.
Dia menekankan, kampanye 'Yuk Nabung Saham' yang dijalankan BEI sejak 2015 lalu telah mampu mendorong peningkatan jumlah investor baru. Hal ini tentunya diharapkan dapat menggenjot jumlah investor agar bisa lebih maksimal di masa-masa mendatang.
"Kampanye aktif juga dilakukan melalui Sekolah Pasar Modal (SPM) yang bekerja sama dengan 20 Anggota Bursa (AB). Menariknya, investor baru kebanyakan berusia muda di usia 20-40 tahun yang aktif melakukan transaksi harian," pungkas Nicky.
Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Satrio Utomo menyatakan setelah beberapa tahun ke belakang mengalami penurunan, dia memprediksi saham perbankan menunjukkan prospek perbaikan di tahun ini.
Berdasarkan catatannya, harga saham perbankan sejak 2012 dihitung berdasarkan range. Harga saham rata-rata perbankan masih berada di level tengah agak ke bawah, tapi belum berada di level terendah.
"Contohnya posisi BNI mereka kan tidak menambah pencadangan. Itu sepertinya menunjukkan tren kekhawatiran pada sektor perbankan sudah berkurang. Sekarang tinggal menunggu, begitu orang yakin dengan saham perbankan, maka harganya rebound," tuturnya.
Ditempat yang sama, Presiden Direktur BNI Securities Adiyasa Suhadibroto memproyeksikan, ada dua saham yang saling berkesinambungan tahun ini, pertama infrastruktur dan kedua, perbankan. Hal ini sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang terus ditingkatkan tahun ini.
"Saya lihat perusahaan BUMN masih bagus, BUMN punya modal yang besar, karena proyek yang dikerjakannya sangat besar tentu dibutuhkan investor besar juga. Khususnya sektor perbankan dan infrastruktur," terang dia.
(akr)
Lihat Juga :