Bursa Asia Berakhir Lebih Tinggi, IHSG Melejit
Senin, 06 Februari 2017 - 16:48 WIB
Bursa Asia Berakhir Lebih Tinggi, IHSG Melejit
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ditutup pada zona aman alias menghijau dengan kenaikan 35,23 poin atau 0,66% ke level 5.396,00. Lonjakan bursa saham Tanah Air pada perdagangan sore ini terjadi saat mayoritas bursa Asia berakhir lebih tinggi.
IHSG pada pembukaan tadi pagi menguat menjadi 5.375,68 atau meningkat 14,92 poin yang setara dengan 0,28% dan semakin kokoh hingga sesi I usai bertambah 19,96 poin atau 0,37% menjadi 5.380,73. Sedangkan pasar saham dalam negeri kemarin ditutup menguat menjadi 5.360,77 atau naik 7,05 poin.
Sektor saham terlihat mayoritas terapresiasi hingga perdagangan sore. Sektor dengan penguatan tertinggi terjadi pada keuangan yang naik 1,02% dan sektor yang melemah terdalam yaitu pertambangan yang melemah 0,04%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,73 triliun dengan 20,65 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp497,1 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,93 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,43 triliun. Tercatat 191 saham menguat, 139 melemah dan 110 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) bertambah Rp140 menjadi Rp3.010, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) naik Rp130 menjadi Rp1.980 dan PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) meningkat Rp75 menjadi Rp5,600.
Sementara, saham-saham yang tercatat melemah di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp200 menjadi Rp6.900, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) berkurang Rp50 menjadi Rp3,520 serta PT Kedawung Setia Industrial Tbk. (KDSI) menyusut Rp26 menjadi Rp332.
Seperti dilansir CNBC, Senin (6/2/2017) pasar saham Asia sebagian besar lebih tinggi, ketika investor mencoba memahami kebijakan Presiden AS Donald Trump yang belakangan menimbulkan kegaduhan. Sejak pelatihan pada 20 Januari lalu, ada kebingungan melanda pasar terkait kebijakan imigrasi, deregulasi keuangan dan upaya memperketat perbatasan.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar terhadap kebijakan AS membuat dolar Amerika Serikat (AS) berada di bawah tekanan. Di sisi lain mayoritas bursa utama Asia mencetak hasil positif seperti yang terjadi pada pasar saham daratan China ketika komposit Shanghai bertambah 0,55% atau 17,2 poin di level 3,157.37 dan komposit Shenzhen menguat sebesar 0,931% atau 17,7 poin untuk menutup di posisi 1.927,57.
Kenaikan juga terjadi pada Index Hang Seng Hong Kong sebesar 0,71%. Meski begitu pasar saham Australia sedikit tertekan saat indeks ASX 200 ditutup turun 0,11% atau 6 poin di level 5.615,6. Data pemerintah menunjukkan bahwa penjualan ritel Desember turun 0,1% dari bulan sebelumnya, dibandingkan dengan sebuah jajak pendapat Reuters yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 0,3%.
Indeks Nikkei Jepang juga menunjukkan lonjakan mencapai 0,31% atau 58,5 poin di level 18.976,71 setelah data resmi menunjukkan bahwa upah di Jepang jatuh pada bulan Desember, untuk pertama kalinya dalam satu tahun.
Nikkei 225 Jepang pada 0,31 persen atau 58,5 poin di 18,976.71 setelah data resmi menunjukkan bahwa upah di Jepang jatuh pada bulan Desember, secara tahunan inflasi-disesuaikan, untuk pertama kalinya dalam satu tahun. Di seberang Selat Korea, Kospi bertambah 0,22% atau 4,5 poin di level 2,077.66.
IHSG pada pembukaan tadi pagi menguat menjadi 5.375,68 atau meningkat 14,92 poin yang setara dengan 0,28% dan semakin kokoh hingga sesi I usai bertambah 19,96 poin atau 0,37% menjadi 5.380,73. Sedangkan pasar saham dalam negeri kemarin ditutup menguat menjadi 5.360,77 atau naik 7,05 poin.
Sektor saham terlihat mayoritas terapresiasi hingga perdagangan sore. Sektor dengan penguatan tertinggi terjadi pada keuangan yang naik 1,02% dan sektor yang melemah terdalam yaitu pertambangan yang melemah 0,04%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,73 triliun dengan 20,65 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp497,1 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,93 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,43 triliun. Tercatat 191 saham menguat, 139 melemah dan 110 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) bertambah Rp140 menjadi Rp3.010, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) naik Rp130 menjadi Rp1.980 dan PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) meningkat Rp75 menjadi Rp5,600.
Sementara, saham-saham yang tercatat melemah di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp200 menjadi Rp6.900, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) berkurang Rp50 menjadi Rp3,520 serta PT Kedawung Setia Industrial Tbk. (KDSI) menyusut Rp26 menjadi Rp332.
Seperti dilansir CNBC, Senin (6/2/2017) pasar saham Asia sebagian besar lebih tinggi, ketika investor mencoba memahami kebijakan Presiden AS Donald Trump yang belakangan menimbulkan kegaduhan. Sejak pelatihan pada 20 Januari lalu, ada kebingungan melanda pasar terkait kebijakan imigrasi, deregulasi keuangan dan upaya memperketat perbatasan.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar terhadap kebijakan AS membuat dolar Amerika Serikat (AS) berada di bawah tekanan. Di sisi lain mayoritas bursa utama Asia mencetak hasil positif seperti yang terjadi pada pasar saham daratan China ketika komposit Shanghai bertambah 0,55% atau 17,2 poin di level 3,157.37 dan komposit Shenzhen menguat sebesar 0,931% atau 17,7 poin untuk menutup di posisi 1.927,57.
Kenaikan juga terjadi pada Index Hang Seng Hong Kong sebesar 0,71%. Meski begitu pasar saham Australia sedikit tertekan saat indeks ASX 200 ditutup turun 0,11% atau 6 poin di level 5.615,6. Data pemerintah menunjukkan bahwa penjualan ritel Desember turun 0,1% dari bulan sebelumnya, dibandingkan dengan sebuah jajak pendapat Reuters yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 0,3%.
Indeks Nikkei Jepang juga menunjukkan lonjakan mencapai 0,31% atau 58,5 poin di level 18.976,71 setelah data resmi menunjukkan bahwa upah di Jepang jatuh pada bulan Desember, untuk pertama kalinya dalam satu tahun.
Nikkei 225 Jepang pada 0,31 persen atau 58,5 poin di 18,976.71 setelah data resmi menunjukkan bahwa upah di Jepang jatuh pada bulan Desember, secara tahunan inflasi-disesuaikan, untuk pertama kalinya dalam satu tahun. Di seberang Selat Korea, Kospi bertambah 0,22% atau 4,5 poin di level 2,077.66.
(akr)
Lihat Juga :