Penyebab Tingginya Biaya Logistik di Indonesia

Rabu, 08 Februari 2017 - 13:31 WIB
Penyebab Tingginya Biaya...
Penyebab Tingginya Biaya Logistik di Indonesia
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham mengatakan, ada empat penyebab biaya logistik tinggi di Indonesia. Keempatnya yakni volume arus barang tidak imbang, infrastruktur belum memadai, subsidi bersifat sementara, dan sering dipalak oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Lebih lanjut dia menjelaskan, penyebab biaya logistik tinggi yang pertama yaitu tidak imbangnya arus kirim dan balik dari kontainer. Kebanyakan ketika dikirim lalu baliknya dalam posisi kosong.

"Volume enggak imbang di Jawa dan luar Jawa. Masalah klasik kirim kontainer ke Sorong dan ke AS lebih murah ke AS, ke Sorong karena baliknya enggak ada," ujarnya di Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Penyebab kedua, Zaldy menambahkan disebabkan oleh tingginya biaya infrastruktur. Mahalnya transportasi harusnya disikapi pemerintah dengan memberikan subsidi.

"Lalu penyebab kedua biaya logistik tinggi karena memang infrastruktur transportasi belum memadai. Kalau kita lihat dari infrastruktur yang enggak memadai, pemerintah kalau mau turunkan biaya logistik di Indonesia Timur beri subsidi ke pelayaran dan penerbangan," katanya.

Dia melanjutkan, penyebab ketiga yakni subsidi yang bersifat sementara dari pemerintah tidak efektif. Seharusnya uang itu digunakan untuk membangun sarana dan prasarana transportasi.

"Ketiga, kalau kita lihat subsidi yang sifatnya permanen daripada diberi ke pelayaran yang akan habis, lebih bajk ke pelabuhan. Sehingga, waktu tunggu enggak lama, turn over kapal cepat dan yang ambil keuntungan enggak hanya Pelni tapi semua, sifatnya jangka panjang," tutur Zaldy.

Penyebab terakhir, lanjut dia, berasal dari BUMN yang suka memungut biaya kepada perusahaan logistik. Ini dinilainya mirip dengan pungutan liar tapi dilakukan secara struktural dan sistematis.

"Keempat, BUMN jadi salah satu biang biaya logistik tinggi. BUMN yang menaikkan biaya tarif-tarif logistik ini mirip pungli saja cuma resmi. Keuntungan besar di BUMN dipakai dari memalak pemakai jasa, Anda senang, kami susah, sama saja enggak benar," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Prospek Menjanjikan,...
Prospek Menjanjikan, Jadi Pengusaha Logistik Tak Perlu Modal Besar
Teknologi Mentransformasi...
Teknologi Mentransformasi Ekspektasi Industri Logistik dengan Cepat
Pakar Sebut Logistik...
Pakar Sebut Logistik Indonesia Butuh Sistem Regulasi Jelas dan Terintegrasi
Pengusaha Logistik Pede...
Pengusaha Logistik Pede Bisnisnya Tembus Rp4.500 Triliun di 2024
Anak Usaha Trans Power...
Anak Usaha Trans Power Marine Kantongi Fasilitas Kredit Rp1 Triliun
Total Logistics Raih...
Total Logistics Raih ISO/IEC 9001: 2015 dan 45001: 2018
Berita Terkini
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
27 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
33 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
48 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
50 menit yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
54 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
55 menit yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved