Rupiah Berakhir Variatif, Euro Tak Berdaya Lawan USD
Rabu, 08 Februari 2017 - 17:47 WIB
Rupiah Berakhir Variatif, Euro Tak Berdaya Lawan USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup variatif untuk memberikan sinyal mencoba menguat. Perbaikan mata uang Garuda ini terjadi saat euro jatuh sebesar 3% terhadap USD, terimbas ketidakpastian politik dan ekonomi.
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini ditutup bertengger di level Rp13.325/USD atau melemah cukup dalam dari posisi kemarin yang ditutup di level Rp13.313/USD. Rupiah tengah pekan berada pada kisaran harian Rp13.294-Rp13.340/USD.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah berakhir pada level Rp13.327/USD atau menguat tipis dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.329/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran level Rp13.315-Rp13.344/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah mendatar pada level Rp13.330/USD atau tidak berubah dari posisi kemarin yang berada di level yang sama.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.337/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.322/USD.
Seperti dilansir dari Reuters, Rabu (8/2/2017) euro memperpanjang pelemahan pada perdagangan hari ini. Sedangkan yen tercatat meningkat kurang lebih seperempat persen di level 112.12 terhadap USD. Data upah pekerja AS yang mendatar serta kebijakan proteksionis Presiden Donald Trump menjadi
Pergerakan USD terlihat naik turun pada awal pekan, saat upah rendah diyakini berpotensi menunda kenaikan suku bunga acuan AS pada Maret, mendatang. Setelah sempat jatuh cukup dalam mencapai level 1.0643 dalam perdagangan Asia, euro hari ini diperdagangkan lebih rendah 0,2% pada posisi 1.0660 terhadap USD.
Sedangkan saat melawan yen, euro telah kehilangan setengah persen menjadi 119.48, atau yang terendah sejak 5 Desember. Pounds Inggris juga terlihat mendatar pada posisi 1,25 melawan USD, sedangkan terhadap euro ada kenaikan tipis pounds 0,2% dan sedikit berubah melawan greenback pada level 1,2496.
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini ditutup bertengger di level Rp13.325/USD atau melemah cukup dalam dari posisi kemarin yang ditutup di level Rp13.313/USD. Rupiah tengah pekan berada pada kisaran harian Rp13.294-Rp13.340/USD.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah berakhir pada level Rp13.327/USD atau menguat tipis dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.329/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran level Rp13.315-Rp13.344/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah mendatar pada level Rp13.330/USD atau tidak berubah dari posisi kemarin yang berada di level yang sama.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.337/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.322/USD.
Seperti dilansir dari Reuters, Rabu (8/2/2017) euro memperpanjang pelemahan pada perdagangan hari ini. Sedangkan yen tercatat meningkat kurang lebih seperempat persen di level 112.12 terhadap USD. Data upah pekerja AS yang mendatar serta kebijakan proteksionis Presiden Donald Trump menjadi
Pergerakan USD terlihat naik turun pada awal pekan, saat upah rendah diyakini berpotensi menunda kenaikan suku bunga acuan AS pada Maret, mendatang. Setelah sempat jatuh cukup dalam mencapai level 1.0643 dalam perdagangan Asia, euro hari ini diperdagangkan lebih rendah 0,2% pada posisi 1.0660 terhadap USD.
Sedangkan saat melawan yen, euro telah kehilangan setengah persen menjadi 119.48, atau yang terendah sejak 5 Desember. Pounds Inggris juga terlihat mendatar pada posisi 1,25 melawan USD, sedangkan terhadap euro ada kenaikan tipis pounds 0,2% dan sedikit berubah melawan greenback pada level 1,2496.
(akr)