Awas! Harga Pangan Rentan Kerek Inflasi 2017

Kamis, 09 Februari 2017 - 11:53 WIB
Awas! Harga Pangan Rentan...
Awas! Harga Pangan Rentan Kerek Inflasi 2017
A A A
JAKARTA - Institute Development of Economic and Finance (Indef) mengingatkan pemerintah untuk tetap waspada mengenai gejolak harga pangan dan bahan kebutuhan pokok lainnya (volatile food). Pasalnya, gejolak harga pangan sangat rentan untuk mengerek inflasi.

(Baca: Inflasi Januari 2017 Capai 0,97%, Tertinggi sejak 2015 )

Peneliti Indef Abdul Manap Pulongan mengemukakan, angka inflasi nasional saat ini memang berada di bawah 5%. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Januari 2017 sekitar 0,97% dan inflasi year on year (yoy) sebesar 3,49%.

"Walaupun inflasi di bawah 5%, tapi jika dibedah lagi dari sisi volatile food itu masih sangat tinggi," katanya di Kantor Indef, Jakarta, Kamis (9/2/2017).

Menurutnya, kontribusi volatile food terhadap inflasi masih cukup tinggi. Bahkan, persentasenya bisa di atas 5%. Karena itu, pemerintah harus waspada agar ke depan harga sembako dapat terkendali.

"Inflasi kita memang di bawah 4%, tapi inflasi dari volatile food sampai 5,9%. Walaupun dilihat bagus, tapi kalau dibedah lagi inflasi dari bahan makanan masih bergerak cukup liar," tandas dia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi Januari 2017 mencapai 0,97% dan tertinggi sejak 2015. Inflasi tahun kalender sebesar 0,97% dan inflasi year on year (yoy) mencapai 3,49%.

Diketahui, secara month to motnh inflasi Januari 2016 sebesar 0,51% dan pada Januari 2015 sebesar 0,24%. "Jadi kalau dilihat, pada Januari 2017 inflasi tadi sudah disebutkan 0,97% atau lebih tinggi dari Januari 2015 dan inflasi 2016," kata Kepala BPS Suharyanto di Gedung BPS, Jakarta, belum lama ini.

Dia menuturkan, inflasi Januari 2017 memang tercatat lumayan tinggi. "Sehingga dengan angka inflasi tersebut, inflasi tahun kalender masih sama 0,97%. Sementara 3,49% year on year," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
7 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
8 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
10 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
10 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
10 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved