Taiwan Kecam China Soal Perubahan Rute Penerbangan tanpa Konsultasi Bilateral
Sabtu, 27 April 2024 - 12:26 WIB
loading...
Taiwan sekali lagi mengecam keras pengumuman sepihak China mengenai perubahan penerapan rute penerbangan W122 dan W123 tanpa konsultasi bilateral. Foto/Dok Reuters
A
A
A
JAKARTA - Taiwan sekali lagi mengecam keras pengumuman sepihak China mengenai perubahan penerapan rute penerbangan W122 dan W123 tanpa konsultasi bilateral. Hal itu lantaran bisa mempengaruhi keselamatan penerbangan regional serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
Baca Juga: China Dikecam, Ubah Rute Penerbangan Sepihak Membahayakan Asia Pasifik
Pada tanggal 30 Januari tahun ini, Administrasi Penerbangan Sipil China secara sepihak membatalkan perjanjian lintas selat yang dicapai pada tahun 2015 pada tiga rute penerbangan M503, W122 dan W123.
![Taiwan Kecam China Soal Perubahan Rute Penerbangan tanpa Konsultasi Bilateral]()
Pada tanggal 18 April 2024 telah diumumkan secara sepihak bahwa rute penerbangan W122 dan W123 akan diluncurkan sebanyak enam kali dalam satu hari. Langkah ini tidak hanya melanggar peraturan dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), tetapi juga berdampak serius terhadap keselamatan penerbangan di kawasan Asia-Pasifik dan perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan, serta melemahkan status quo dan landasan rasa saling percaya di Selat Taiwan.
Baca Juga: China Dikecam, Ubah Rute Penerbangan Sepihak Membahayakan Asia Pasifik
Pada tanggal 30 Januari tahun ini, Administrasi Penerbangan Sipil China secara sepihak membatalkan perjanjian lintas selat yang dicapai pada tahun 2015 pada tiga rute penerbangan M503, W122 dan W123.

Pada tanggal 18 April 2024 telah diumumkan secara sepihak bahwa rute penerbangan W122 dan W123 akan diluncurkan sebanyak enam kali dalam satu hari. Langkah ini tidak hanya melanggar peraturan dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), tetapi juga berdampak serius terhadap keselamatan penerbangan di kawasan Asia-Pasifik dan perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan, serta melemahkan status quo dan landasan rasa saling percaya di Selat Taiwan.
Lihat Juga :