Plt Dirut Pertamina Hadiri Rapat Perdana dengan DPR
Kamis, 09 Februari 2017 - 17:23 WIB
Plt Dirut Pertamina Hadiri Rapat Perdana dengan DPR
A
A
A
JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Yenni Andayani pada hari ini menghadiri rapat dengan Komisi VII DPR. Ini merupakan rapat perdana yang dihadirinya semenjak menjabat Plt Dirut Pertamina, menggantikan Dwi Soetjipto.
Sebelum memberikan penjelasan, Yenny menyempatkan diri memperkenalkan dewan direksi Pertamina yang hadir dalam rapat tersebut. "Kami perkenalkan Pak Toharso Direktur Pengolahan; Pak Iskandar Direktur Pengolahan, saya direktur gas dan energi baru dan terbarukan merangkap Plt dirut; Syamsu Alam Direktur Hulu; Dwi Daryoto Direktur SDM dan IT. Ada dua yang tidak hadir yaitu Direktur Keuangan Arif Budiman dan Pak Hardadi Direktur Mega Proyek," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (9/2/2017).
Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu mengemukakan rapat tersebut untuk membahas mengenai laporan keuangan Pertamina serta mengenai melonjaknya konsumsi pertalite oleh masyarakat. Dari laporan keuangan Pertamina, tercatat terjadi penurunan pendapatan dari 2014 hingga 2016.
"Tahun 2014 turun menjadi USD70 miliar atau setara dengan 2%. 2015 turun lagi jadi USD41 miliar atau turun 40% terhadap 2014. Untuk kuartal III 2015 pendapatan sebesar USD32 miliar. Sedangkan kuartal III 2016 USD26,62 miliar atau terdapat penurunan 17%," tutur dia.
Sementara pendapatan bersih, sambung dia, juga mengalami penurunan dari 2013 hingga 2015. Tahun 2013 pendapatan bersih USD3,06 miliar, kemudian 2014 menjadi USD1,45 miliar atau turun 53%.
"Tahun 2015 turun lagi jadi USD1,42 miliar. Kuartal III 2015 sebesar USD0,91 miliar namun kuartal III 2016 meningkat sangat amat tajam menjadi USD2,83 miliar atau terjadi peningkatan 209%," tandasnya.
Sebelum memberikan penjelasan, Yenny menyempatkan diri memperkenalkan dewan direksi Pertamina yang hadir dalam rapat tersebut. "Kami perkenalkan Pak Toharso Direktur Pengolahan; Pak Iskandar Direktur Pengolahan, saya direktur gas dan energi baru dan terbarukan merangkap Plt dirut; Syamsu Alam Direktur Hulu; Dwi Daryoto Direktur SDM dan IT. Ada dua yang tidak hadir yaitu Direktur Keuangan Arif Budiman dan Pak Hardadi Direktur Mega Proyek," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (9/2/2017).
Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu mengemukakan rapat tersebut untuk membahas mengenai laporan keuangan Pertamina serta mengenai melonjaknya konsumsi pertalite oleh masyarakat. Dari laporan keuangan Pertamina, tercatat terjadi penurunan pendapatan dari 2014 hingga 2016.
"Tahun 2014 turun menjadi USD70 miliar atau setara dengan 2%. 2015 turun lagi jadi USD41 miliar atau turun 40% terhadap 2014. Untuk kuartal III 2015 pendapatan sebesar USD32 miliar. Sedangkan kuartal III 2016 USD26,62 miliar atau terdapat penurunan 17%," tutur dia.
Sementara pendapatan bersih, sambung dia, juga mengalami penurunan dari 2013 hingga 2015. Tahun 2013 pendapatan bersih USD3,06 miliar, kemudian 2014 menjadi USD1,45 miliar atau turun 53%.
"Tahun 2015 turun lagi jadi USD1,42 miliar. Kuartal III 2015 sebesar USD0,91 miliar namun kuartal III 2016 meningkat sangat amat tajam menjadi USD2,83 miliar atau terjadi peningkatan 209%," tandasnya.
(ven)
Lihat Juga :