Saatnya Menggunakan Produk Dalam Negeri

Sabtu, 03 Desember 2016 - 22:55 WIB
Saatnya Menggunakan...
Saatnya Menggunakan Produk Dalam Negeri
A A A
JAKARTA - Yayasan Suluh Nuswantara Bhakti (YNSB) yang digagas pengusaha Pontjo Sutowo menyatakan pentingnya bela negara dengan menggunakan produk dalam negeri.

"Membela negara itu bisa dilakukan oleh semua profesi dan merupakan hak serta kewajiban setiap warga negara. Diantaranya dengan menggunakan produk dalam negeri," ujarnya kepada KORAN SINDO/SINDOnews, saat sesi terakhir Diskusi Panel Urgensi Nilai Budaya Bangsa Bagi Pembangunan Indonesia, Sabtu (3/12/2016).

Pontjo sendiri mengaku merasa prihatin dengan kondisi bangsa, khususnya di sektor perekonomiannya. Salah satunya, banyak generasi muda yang menggunakan produk luar negeri. Karena itu, perlu ada pihak yang peduli untuk membangkitkan dan merumuskan kembali nilai keindonesiaan. "Saatnya kembali menggunakan produk dalam negeri yang mengusung kearifan lokal," sebutnya.

Menurut Pontjo, meski rangkaian diskusi telah berakhir, namun sebenarnya ini merupakan sebuah awal. Hasil rangkaian diskusi panjang yang menghadirkan banyak narasumber yang kompeten ini, kata dia, akan dirumuskan dan disosialisasikan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
6 jam yang lalu
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
6 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
6 jam yang lalu
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
7 jam yang lalu
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
7 jam yang lalu
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
7 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved