Pilkada Serentak Kurang Bertenaga Dongkrak Ekonomi Indonesia

Kamis, 16 Februari 2017 - 18:07 WIB
Pilkada Serentak Kurang...
Pilkada Serentak Kurang Bertenaga Dongkrak Ekonomi Indonesia
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menilai, dampak penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tidaklah besar. Pesta demokrasi tersebut kurang bertenaga untuk mendongkrak ekonomi di Tanah Air.

Deputi Kepala BPS bidang Statistik Sasmito Hadi Wibowo mengungkapkan, meskipun Pilkada dilakukan oleh tujuh provinsi dan 102 kabupaten, namun hal tersebut dianggap masih terlalu kecil untuk membawa dampak besar terhadap ekonomi secara keseluruhan.

"Kalau Pilkada menurut saya sizenya kecil. Walau terjadi di tujuh provinsi dan 102 kabupaten tetapi kan kita punya 34 provinsi dan 513 kabupaten. Jadi proporsinya terhadap Indonesia juga tidak besar," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Baca: Kadin DKI Ingin Putaran Kedua, Paslon Pertajam Strategi Ekonomi

Terlebih, kata dia, kegiatan kampanye yang dilakukan pun tidak terlalu banyak seperti momen pilkada di masa yang lalu. Para pasangan calon lebih banyak berkampanye lewat sosial media sehingga efek domino (multiplier effect) terhadap masyarakat pun juga kecil.

"Lebih banyak kampanye-kampanye lewat media atau media sosial sehingga beli kaos yang kalau biasanya ramai juga sedikit. Kita lihat banner atau poster tidak terlalu banyak," imbuh dia.

Sasmito menambahkan, minimnya kegiatan kampanye pun juga membuat tingkat konsumsi masyarakat datar dan tidak mengalami lompatan yang terlalu besar. "Artinya dampaknya terhadap konsumsi itu kurang. Saya melihat dampak konsumsi makanan juga tidak banyak. Seperti penyediaan nasi bungkus untuk massa tidak terlalu banyak," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kalahkan Jepang dan...
Kalahkan Jepang dan Korsel, Pertumbuhan Ekonomi RI Naik 7,07%
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
BPS: Indonesia Resmi...
BPS: Indonesia Resmi Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Minus 3,49%
Jumlah Orang Indonesia...
Jumlah Orang Indonesia Bepergian ke Luar Negeri Naik 55 Persen
KBLI 2025 Tak Hambat...
KBLI 2025 Tak Hambat Dunia Usaha, Justru Menangkap Ekonomi Baru Indonesia
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved