BPJS Ketenagakerjaan Bidik 1 Juta Pekerja Informal di Bali

Jum'at, 17 Februari 2017 - 10:15 WIB
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Bidik 1 Juta Pekerja Informal di Bali
A A A
DENPASAR - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mimbidik satu juta tenaga kerja informal atau bukan penerima upah (BPU) sebagai peserta. Saat ini jumlah peserta BPU BPJS Ketenagakerjaan di Bali baru 120.000 orang. Seperti diketahui dari sekitar 4 juta penduduk Bali, sebesar 70%nya merupakan pekerja informal.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Bali Nusra Papua (Banuspa), Kuswahyudi mengakui untuk menggenjot kepesertaan BPU tersebut tidak mudah, karena pemahaman masyarakat khususnya pekerja informal di Bali tentang pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan masih sangat rendah.

"Kami terus melakukan sosialisasi dengan mengandeng sejumlah intansi terkait, baik pemerintah daerah maupun pihak swasta seperti Kadinda dan asosiasi pengusaha setempat," ujar Kuswahyudi di Denpasar, Bali, Jumat (17/2/2017).

Menurutnya, saat ini pihaknya mendorong kepada Gubernur Kepala Daerah dan Kabupaten untuk mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang dorongan atau instruksi agar pelaku usaha sektor informal menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Kami terus melakukan pendekatan kepada pihak Pemprov untuk segera mengeluarkan perda tersebut,” tambahnya.

Selain tenaga kerja informal lokal, lanjut dia pihaknya juga mengejar tenaga kerja asing (TKA) di Provinsi Bali untuk terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. “Dari seribuan orang lebih tenaga kerja asing di Bali, hingga saat ini baru sekitar 300 orang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kami akan kejar kepesertaan tenaga kerja asing karena potensinya tenaga kerja asing lebih dari seribu,” jelasnya.

Dia menambahkan sebagian dari mereka, merupakan tenaga kerja yang bekerja di sektor pariwisata seperti perhotelan. Dia menambahkan tenaga kerja asing yang sudah bekerja di Indonesia selama minimal enam bulan, maka mereka harus dijamin BPJS Ketenagakerjaan. “Untuk mencapai itu, kami akan lebih intensif untuk bekerja sama dengan Imigrasi dan Dinas Tenaga Kerja serta instansi terkait,” terang dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
6 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
6 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
7 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
7 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
7 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah...
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah 1446 Hijriah? Cek di Sini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved