CEO Freeport Sebut Pemerintah Nikmati Rp219 Triliun

Senin, 20 Februari 2017 - 13:21 WIB
CEO Freeport Sebut Pemerintah...
CEO Freeport Sebut Pemerintah Nikmati Rp219 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Freeport Indonesia mengklaim bahwa pemerintah Indonesia telah menerima manfaat finansial berupa pajak, royalti dan dividen senilai USD16,5 miliar atau sekitar Rp219,45 triliun (kurs Rp13.300/USD) sejak 1991. Karena itu, Freeport bersikeras meminta kepastian kontrak jangka panjang dari pemerintah Indonesia.

(Baca: Freeport Keukeuh Enggan Lepas Hak yang Ada di Kontrak Karya )

President dan CEO Freeport McMoran Inc Richard C Adkerson mengungkapkan, berdasarkan kontrak karya (KK), pemerintah telah menerima 60% manfaat finansial langsung dari operasi Freeport Indonesia di Papua. Sementara, Freeport-‎McMoran selaku induk usaha hanya menerima USD10,8 miliar dalam bentuk dividen dari Freeport Indonesia.

"Pajak, royalti, dan dividen yang dibayarkan kepada pemerintah sejak 1991 telah melebihi USD16,5 miliar. Sedangkan Freeport-McMoran telah menerima USD10,8 miliar dalam bentuk dividen," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/2/2017).

(Baca: Freeport Akan PHK Karyawan, Pemerintah Dinilai Tak Perlu Takut )

Bahkan, kata Richard, pajak dan dividen yang akan dibayarkan perusahaan tambang kelas kakap ini hingga berakhirnya masa kontrak pada 2041 mencapai USD40 miliar. Freeport pun telah menanamkan investasi USD12 miliar dan akan melakukan investasi lagi sebesar USD15 miliar guna mengembangkan cadangan bawah tanah di Tanah Rajawali.

"‎Industri mining membutuhkan investasi besar untuk menambang resources, sehingga dapat berproduksi. Sehingga produksi dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama," imbuh dia.

Menurutnya, investasi Freeport yang fantastis tersebut tidak akan bisa terjadi jika tidak ada jaminan fiskal dan hukum dari pemerintah untuk kelangsungan operasinya di Indonesia. Maka, Freeport ingin meskipun telah berubah status menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK), namun jaminan fiskal dan hukum tetap sama seperti KK.

"‎‎Investasi ini tidak dapat terjadi kalau tidak diberikan jaminan fiskal dan hukum untuk kelangsungan operasi. Dan itulah yang kontrak tahun 1991 yang memberikan jaminan terhadap Freeport beroperasi," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
1 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
2 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
2 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
4 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved