Dirut BEI: Jokowi Memulai Ekonomi di Kondisi Sulit

Senin, 20 Februari 2017 - 13:42 WIB
Dirut BEI: Jokowi Memulai...
Dirut BEI: Jokowi Memulai Ekonomi di Kondisi Sulit
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, kondisi perekonomian Indonesia pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi) cukup sulit. Harga komoditas sudah tidak lagi tinggi dan likuiditas yang ketat jadi penyebabnya. Kondisi likuiditas saat ini sudah terlampau tinggi hingga 93% sehingga, mau tidak mau pola pendanaan bergeser melalui pasar modal.

"Zaman Pak Jokowi harga komoditas turun, LDR (Loan to Deposit Ratio) naik 93% memang sudah tinggi, susah. Nah sekarang mau cari pendanaan mau tidak mau lewat pasar modal dana investasi jangka panjang, pasar modal kemudahan akses infrastruktur dari go public," ujarnya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Senin (20/2/2017).

Kondisi ini, kata dia, bisa dibilang mengerikan karena sebenarnya Indonesia memiliki perekonomian yang kuat. Hanya saja tidak likuid. "Ngeri juga ya ekonomi kita kuat tapi memang tak likuid, mau enggak mau kalau LDR sudah 93% susah. Waktu 2004 diperbaiki BPPN LDR 80% dihapus, utang-utang right off waktu itu," sambungnya.

Sehingga, Tito menyampaikan, waktu itu LDR cuma 30% pada 2004, lalu harga komoditas naik. Jadi, dinilainya pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berada dalam era yang lebih enak dari Jokowi yang menaikkan LDR dari 30% ke 90% selama sepuluh tahun dan harga komoditas naik.

"Struktur finansial satu perusahaan pada zaman dulu sepertiga ekuitas, dua pertiga utang bank. Sekarang efisien, perbankan juga uangnya banyak dari obligasi pasar modal. Jadi, sepertiga perbankan, sepertiga ekuitas, sepertiga obligasi, memang di dunia begitu karena dana jangka panjang dari sana," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Besok 5 Perusahaan Ini...
Besok 5 Perusahaan Ini Berebutan Cari Duit di Pasar Modal
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
BEI Perpanjang Laporan...
BEI Perpanjang Laporan Keuangan Emiten
Mendekatkan Masyarakat...
Mendekatkan Masyarakat ke Pasar Modal, Capital Market and Expo Summit 2023 Dibuka
Ini Jajaran Baru Komisaris...
Ini Jajaran Baru Komisaris BEI Periode 2020-2023, Salah Satunya Keponakan Luhut
Harapan 28 Tahun Perjalanan...
Harapan 28 Tahun Perjalanan Bursa Efek Indonesia Jadi Pilar Memajukan Ekonomi
Berita Terkini
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
10 menit yang lalu
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
8 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
8 jam yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
9 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
11 jam yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
11 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved